Bahan Baku Naik, Pengusaha Kelimpungan

362
BANYAK PESANAN : Perajin mengaduk adonan jenang di rumahnya di Kaligintung, Klero, Tengaran Kabupaten Semarang. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
BANYAK PESANAN : Perajin mengaduk adonan jenang di rumahnya di Kaligintung, Klero, Tengaran Kabupaten Semarang. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

TENGARAN—Harga bahan baku jenang di pasaran semakin tidak terkontrol. Mulai harga tepung, gula Jawa maupun kelapa, harganya semakin merangkak naik. Padahal, beberapa industri rumahan jenang tidak bisa serta merta menaikkan harga jenang di pasaran. Padahal pesanan menjelang Lebaran 2015 ini sangat tinggi.

Pengusaha jenang Sumi, 63, warga Kaligintung, Klero, mengatakan bahwa kenaikan harga jenang dipicu oleh kenaikan kayu bakar dan bahan baku jenang. Semuanya hampir naik Rp 1000.

“Di daerah Kaligintung ada 9 pembuat jenang. Karena semakin hari, peminatnya semakin tinggi, beberapa tetangga lainnya mulai ikut membuat jenang. Sampai saat ini penjualan jenang sudah sampai di Bandungan dan pasar-pasar wisata,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ngatmi, 54, pengusaha jenang, warga Kaligintung. Menurutnya, meskipun harga naik, produksinya tetap meningkat. Tapi dirinya tidak mengetahui pembuat jenang yang lain. Paling ramai ketika waktu liburan dan musim pernikahan, seperti tanggal baik.

“Memang beberapa pembuat jenang kelimpungan saat harga bahan baku terus naik. Kalau tidak ada kontrol harga, kemungkinan akan mematikan pengusaha kecil rumahan,” jelasnya.

Ditambahkan, biaya jenang tidak hanya menyangkut biaya produksi, melainkan ongkos pekerja dan distribusi. Dan bahan bakar adalah faktor utama kenaikan bahan baku dan gaji pegawai. (abd/ida)