Budaya Indonesia Pikat Mahasiswa Asing

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BENDAN – Keberagaman tradisi dan budaya di Indonesia khususnya di Jawa mampu memikat hati mahasiswa asing yang selama ini menjadi darmasiswa di Perguruan Tinggi (PT) di Semarang. Ungkapan tersebut disampaikan perwakilan enam mahasiswa asing yang telah selesai melakukan studi selama setahun di Unika Soegijapranata.

Enam mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara di antaranya Amerika, Lituania, Slovenia, Hungaria, Ukraina dan Rumania. Keenam mahasiswa tersebut kemarin berpamitan setelah belajar selama setahun yang mempelajari tentang budaya dan karakteristik masyarakat yang ada di Indonesia khususnya Jawa.

”Kita dari Unika Soegijapranata kebetulan mendapat kepercayaan dari biro perencanaan dan kerja sama luar negeri oleh pemerintah RI. Enam mahasiswa asing mendapat beasiswa dari Kemendikbud RI untuk belajar di Unika,” jelas Kartika, Kepala Kantor Internasional Unika Soegijapranata di sela ’Closing Ceremony’ Darmasiswa Program Unika 2014-2015, Rabu (24/6).

Dara Ayu, mahasiswa asing asal Amerika mengaku sangat senang melihat budaya yang ada di Indonesia. Selama setahun sebagai mahasiswa darmasiswa yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah RI itu sangat terkesan dengan masyarakat khususnya di Jawa. ”Selain kuliah di Unika, saya juga melakukan perjalanan mengenal budaya-budaya yang ada di luar Semarang, termasuk Jakarta dan Jogjakarta. Saya kagum dengan budaya di sini,” jelasnya.

Senada dengannya, Justina Kalunaite, mahasiswa asing asal Lituania mengaku bahwa dirinya lebih tertarik pada budaya tradisional seperti produk jamu. ”Saat saya berjalan-jalan ke Jogjakarta, orang di sana sangat terampil meracik jamu. Di tempat kami tidak bisa seperti mereka,” pungkasnya. (ewb/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -