Jembatan Darurat Bisa Dilalui

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PERIKSA JEMBATAN : Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Riza Anom Putranto memeriksa jembatan darurat di Kedungpatangewu, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA JEMBATAN : Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Riza Anom Putranto memeriksa jembatan darurat di Kedungpatangewu, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Jembatan darurat di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan yang menghubungkan Kecanatan Kedungwuni dan Wonopringgo, Jum’at (26/6) mendatang, sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Setelah pembangunannya mengerahkan 30 personel anggota TNI dari 0710 Pekalongan.

Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Riza Anom Putranto, Rabu (24/6) kemarin, melihat langsung proses pembangunan jembatan darurat di Desa Kedungpatangewu. Hingga Rabu (24/6) kemarin, tahap pembangunan jembatan sudah selesai 90 persen, para pekerja masih membuat baut pengaman pada kayu, serta perataan tanah pada sisi utara jembatan.

Dibangunnya jembatan darurat di Desa Kedungpatangewu, difungsikan untuk jalur alternatif pengendara mobil menuju ke ibu kota Kabupaten Pekalongan, yaitu Kota Kajen, melalui Kecamatan Wonopringgo dan Karanganyar. Selama jembatan utama yakni Jembatan Surabayan dalam proses pembangunan.

“Jembatan ini akan menanggulangi kemacetan pada arus mudik. Pembangunan ini melibatkan TNI dan masyarakat. Setiap hari diterjunkan 30 personel dari TNI dan 10 orang dari perwakilan masyarakat,” tuturnya.

Terkait sumber dana pembangunan jembatan sepanjang 32 meter lebar 3 meter dengan bentangan 85 meter, jelasnya, berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp 199 juta. “Namun jembatan darurat ini hanya bisa dilalui mobil berukuran kecil, serta diberlakukan sistem buka tutup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungpatangewu, Tatik Endang, mengatakan bahwa dengan bisa digunakannya jembatan darurat ini, bisa mengurangi tingkat kemacetan yang ada di Desa Bugangan dan Desa Kedungpatangewu. “Dengan selesainya pembangunan jembatan darurat ini, bisa mengantisipasi kemacetan saat mudik mendatang,” kata Tatik. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -