Musnahkan 3.200 Botol Miras

325
DIMUSNAHKAN: 3.200 botol miras dan 450 liter miras oplosan dimusnahkan oleh Polres Kendal dengan cara dilindas menggunakan alat berat dihalaman Mapolres stempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMUSNAHKAN: 3.200 botol miras dan 450 liter miras oplosan dimusnahkan oleh Polres Kendal dengan cara dilindas menggunakan alat berat dihalaman Mapolres stempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Polres Kendal memusnahkan setidaknya 3.200 botol minuman keras (miras) dan 450 liter miras racikan atau miras oplosan. Pemusnahan dilakukan lantaran miras tidak memiliki izin penjualan, tidak memiliki cukai dan ilegal pembuatan dan penjualan.

Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko mengatakan miras tersebut merupakan hasi dari razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan oleh anggota polisi. Yakni razia yang dilakukan diseluruh wilayah Kendal dalam kurun waktu Januari sampai Juni ini. “Miras yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti hasil kerja Polres dan Polsek di tiap kecamatan yang ada di Kendal. Tujuannya adalah memberikan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Terutama di bulan ramadhan seperti ini,” katanya, Rabu (24/6).

Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti miras juga sebagai upaya keseriusan Polres untuk mencegah penyakit masyarakat terutama dalam hal peredaran miras. Sebab peredarann miras sudah banyak meresahkan masyarakat, menimbulkan banyak korban jiwa maupun tindak kejahatan. Sebab, orang ketika menenggak miras akan hilang kesadaran sehingga berbuat diluar kesadaran. “Orang mabuk bisa berbuat apa saja, berbuat onar, melukai seseorang, memerkosa dan bahkan membunuh. Jadi efek dari miras ini sangat banyak yang negatif,” imbuhnya.

Selama ini keberadaan miras racikan atau oplosan yang tidak memiliki izin resmi dari BPOM. Bahkan sudah banyak korban yang berjatuhan meninggal dunia karena begitu kerasnya miras oplosan ini. “Pesan kami, jangan jadi pembeli mrias atau penjual miras. Karena ini seperti mata rantai, jika salah satu ada, maka akan disambut salah satunya. Tapi jika tidak ada keduanya, maka masyarakat akan bersih dari miras,” tambahnya.

Wakil Bupati Kendal, Muhammad Mustamsikin mengatakan, banyak tindak kejahatan yang terjadi akibat pengaruh miras. “Bahaya miras hanya dinikmati seseorang, tapi berdampak bagi orang lain. Seperti kejahatan pencurian, perkelahian, dan pergaulan bebas (seks),” katanya.
Selain polisi dan pihak lain di pemerintahan juga kami harapkan kerjasamanya masyarakat dalam memberantas miras. “Tidak hanya menyebabkan keresahan, tapi juga merusak mental dari generasi muda,”imbuhnya.

Kepala Kejari Kendal, mengatakan jika penjual minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Kendal menuruntya dapat terjerat pasal pidana yang hukumannya lebih berat dari tindak pidana ringan (Tipiring). Hal itu berdasar dari dampak yang diakibatkan atau melalui Undang-Undang Bea Cukai. “Penjual miras ilegal bisa terancam hukuman yang berat, sesuai pasal yang didakwakan. Misalnya dilihat dari akibat dan Undang-Undang Bea Cukai,” katanya. (bud/fth)