Wajib Diberikan H – 7 Lebaran

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Bambang Saptoro. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bambang Saptoro. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Demak mengimbau kepada perusahaan agar memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja atau buruh selambat-lambatnya 7 hari sebelum lebaran Idul Fitri. Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro mengatakan, pihaknya telah memberikan surat terkait THR tersebut ke setiap perusahaan di wilayah Demak.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 7/MEN/VI/2015 tentang pembayaran THR Keagamaan dan himbauan mudik lebaran disebutkan, bahwa masyarakat Indonesia termasuk pekerja / buruh merupakan pemeluk agama yang setiap tahunnya merayakan hari raya keagamaan tersebut. Karena itu, Dinsosnakertrans Demak mengimbau agar aturan tersebut dipatuhi oleh perusahaan yakni tetap memberikan THR bagi pekerja. Sebab, pada hari raya tersebut, pekerja membutuhkan biaya tambahan. “Karena itu, sudah sewajarnya perusahaan memberikan THR,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, pemberian THR ini sendiri juga sudah diatur dalam Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-04/MEN/1994. Dalam Permen itu ditegaskan, bahwa pengusaha diwajibkan memberikan THR keagamaan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan atau lebih secara terus menerus. Adapun besaran THR yang dimaksud adalah, bagi buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih, maka berhak atas THR satu bulan upah.

Sedangkan, bagi pekerja yang sudah bekerja 3 bulan berturut-turut tetapi kurang dari 12 bulan, maka diberikan THR secara proporsional dengan menghitung masa kerjanya yang sedang berjalan dibagi 12 dikalikan besarnya upah 1 bulan. Kemudian, bagi perusahaan yang telah mengatur pemberian THR lebih baik dari ketentuan ini supaya memberikan sesuai aturan tersebut baik peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. “Perlu diketahui,THR keagamaan ini diberikan perusahaan satu kali dalam setahun kepada buruh. Sedangkan, pembayarannya selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” tambahnya. (hib/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -