Berebut Penumpang, Awak Angkutan Saling Pukul

482

KENDAL – Lantaran berebut penumpang, awak angkutan kota dalam provinsi (AKDP) jurusan Tegal – Semarang dan Weleri – Mangkang saling bertikai. Bahkan kedua awak angkutan itu saling pukul sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Kendal.

Kasus pemukulan terjadi karena dipicu oleh bus AKDP PO Langsung Jaya yang menaikkan penumpang di depan BRI Kendal. Padahal saat itu bus jurusan Weleri – Mangkang sedang mencari penumpang. Merasa penumpang direbut, terjadi aksi saling kejar-kejaran dan berakhir di depan Jalan Raya Ketapang.

Achmad Abdul Latif, sopir bus Weleri – Mangkang mengaku menghampiri bus Langsung Jaya. Warga Patebon itu mengaku dirinya bermaksud untuk memperingatkann agar mencari penumpang sesuai aturan dan tidak merebut calon penumpang bus lain. Lalu terjadi cekcok dan adu mulut antara kedua awak bus tersebut. Tiga kru bus PO Langsung Jaya yang merasa kesal, memukul korban karena tidak terima disebut merebut penumpang.

Aksi pemukulan kru awak angkutan Weleri – Mangkang berhenti saat warga datang untuk melerai. Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Kendal. “Kejadian itu terjadi pada Senin (22/6),” tuturnya.

Pagi kemarin, aksi pemukulan awak angkutan kembali terjadi. Namun kali ini kru bus PO Sahabat yang sedang mengambil penumpang di Pantura Cepiring dihadang kru angkutan jurusan Weleri – Mangkang. Tidak terima dengan aksi main hakim ini, korban kru bus PO Sahabat melaporkan kejadian ini ke Mapolres Kendal.

Merasa tidak ada titik temu, puluhan awak angkutan jurusan Weleri – Mangkang mendatangi Mapolres Kendal untuk berdialog dengan awak angkutan AKDP. Menurut Paguyuban Angkutan Curug Sewu, Mukhson mengatakan jika bus besar AKDP jurusan Tegal – Semarang melanggar aturan kesepakatan yang pernah disepakati secara bersama.

“Dalam kesepakatan, bus besar dilarang mengangkut penumpang jarak dekat. Namun karena ada yang melanggar kesepakatan, kami coba melakukan klarifikasi. Tapi kru kami justru malah dipukuli,” tandasnya.

Bus AKAP dan AKDP Tegal – Semarang tidak boleh menaikkan penumpang di sepanjang Pantura Kendal. Sebab, hal itu sangat merugikan bus AKDP Curug Sewu, karena penumpangnya berkurang. “Trayek kami, kan hanya Sukorejo – Kendal – Mangkang – Semarang. Bus kami hanya Mangkang, tidak sampai Terboyo. Jadi trayek kami cukup pendek. Kalau penumpangnya di ambil oleh bus besar AKAP, AKDP, maka kami akan kehilangan pendapatan,” imbuh Mukhson.

Dia mengaku, saat ini pihaknya belum tahu siapa yang telah memukul kru bus AKAP Sahabat. Pasalnya, bus AKDP Curug Sewu jumlahnya banyak. “Kami masih mencari orangnya dan kami minta supaya menghadap ke Polres untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Subarso, menegaskan akan mengundang pengurus bus AKAP dan AKDP. Tujuannya, untuk meminta solusi terbaik supaya tidak ada perselisihan di jalan ketika mencari penumpang. “Perjanjian pada tahun 2013, akan kami jalankan lagi. Mereka akan kami kumpulkan Senin (29/6) besok,” katanya. (bud/ric)