Jika Diperintah Partai, Siap Nyalon Pilwalkot

393
Balgis Diab. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Balgis Diab. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Kendati Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad menegaskan bahwa istrinya Balgis Diab tidak diajukan sebagai calon wali kota (Cawalkot) dalam Pilkada Pekalongan, namun tetap masih memiliki peluang. Terutama jika ditunjuk oleh Partai Golkar.

“Maju yang saya maksudkan, jika ditunjuk Partai Golkar. Secara pribadi saya siap menerima penunjukan tersebut. Namun saya menegaskan lagi bukan inisiatif saya untuk maju sendiri. Saya terserah partai dan terserah rakyat,” kata Balgis Diab saat ditemui di kantornya, Kamis (25/6) kemarin.

Ditambahkan Balgis, kalau rekomendasi dari Partai Golkar turun, masih ada kemungkinan dirinya dicalonkan partai melalui keputusan dari DPP Partai Golkar.

“Saya pertegas, pengunduran diri Pak Basyir tidak untuk memajukan saya. Meski memang untuk kepentingan Pilkada kali ini,” ungkapnya lagi.
Sebagaimana disampaikan Basyir Ahmad, dirinya secara pribadi memang 99 persen tidak mau dicalonkan. “Pada dasarnya saya tidak mencalonkan diri. Bahkan, sampai saat ini tidak berfikir menjadi wali kota. Sementara ini, saya masih menikmati sebagai ketua DPRD,” lanjutnya.

Namun dalam perkembangan politik yang dinamis, masih ada kemungkinan berubah. Terlebih waktu pendaftaran juga masih lama, diperparah dengan aturan perundang-undangan yang keruap berubah. “Saya tidak punya syahwat besar untuk menjadi wali kota,” tandasnya.

Ditambahkan Balgis, pertemuan antara Wali Kota Basyir dengan Mendagri Cahyo Kumolo telah berlangsung baik. Mendagri sangat memahami alasan Basyir, responsya juga sangat baik. “Memang semua keputusan ada di Mendagri. Katanya masih akan dikaji. Dan dalam waktu dekat ini akan diputuskan,” ucapnya.

Terkait Pilkada, imbuhnya, Tim Pilkada Golkar yang merupakan gabungan antara kubu Agung Laksono (AL) dan Abu Rizal Bakrie (ARB) sudah dibentuk. Segera akan dilakukan survei terkait calon yang akan diajukan. Yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Dwi Heri dan politikus Partai Demokrat, Urip Tulis Widodo serta satu nama yang masih dirahasiakan. Nama ketiga ini masih berkesempatan untuk jadi G1, tapi menunggu hasil survei.

Ketika ditanyaka kembali apakah nama yang dirahasiakan adalah dirinya, dengan politis dijawab tunggu saja nanti. “Namanya bisa Mr X atau Mrs X. Yang jelas akan diumumkan nanti saat survei digelar, jadi tunggu saja,” tutupnya. (han/ida)