Kemenag Pastikan PT DGI Tak Terdaftar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Perusahaan jasa umrah PT Divan Global Indonesia (DGI), dipastikan tidak tercatat di dalam daftar biro jasa pemberangkatan umrah yang memiliki perizinan resmi di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng.

Kuat dugaan, perusahaan yang berkantor di Jalan Soekarno-Hatta No 176 C Semarang tersebut ilegal. Nama perusahaan tersebut mencuat setelah sedikitnya 30 jamaah umrah yang telah melunasi pembayaran di PT DGI terkatung-katung tak diberangkatkan.

Kepala Bidang Penyelenggara Umrah Haji Kanto Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jateng, Noor Badi, membenarkan hal itu. ”PT DGI tidak terdaftar di Kemenag. Sejauh ini, biro jasa umrah yang memiliki kantor pusat di Jateng hanya ada tujuh yang memiliki izin resmi. Di luar tujuh perusahaan tersebut, ilegal,” tegas Noor Badi dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/6).

Noor Badi mengakui, sejauh ini fenomena penipuan berkedok pemberangkatan umrah masih marak. Menurutnya, minat masyarakat untuk beribadah ke tanah suci sangat tinggi. Sementara jika ikut ibadah haji membutuhkan masa tunggu yang cukup lama. ”Maka umrah menjadi alternatif, mereka pilih umrah dulu. Di samping itu, umrah juga lebih murah dan cepat berangkat,” terangnya.

Namun demikian, lanjut Noor, hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan dengan berkedok investasi umrah. Agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan terkait biro umrah nakal, Noor menyarankan bahwa masyarakat mengecek di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kemenag di wilayah setempat. ”Saat ini, bisa dicek di Kemenag kabupateng/kota. Atau bisa juga mengecek di situs kemenag pusat secara online, bisa dilihat daftar biro umrah yang memiliki perizinan resmi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT Divan Global Indonesia (DGI), perusahaan travel perjalananan umrah, HM Sigit Wibowo SE, diduga kabur. Perusahaan yang beralamat kantor di Jalan Soekarno-Hatta No 176 C Semarang itu saat dicek ternyata sudah tidak beroperasi sejak 5-6 bulan lalu.

30 jamaah umrah yang gagal ke tanah suci kecewa karena Sigit Wibowo tidak diketahui batang hidungnya. PT DGI dinilai tidak bertanggung jawab karena tidak menepati perjanjian yang telah ditandangani oleh kedua belah pihak. Dalam perjanjian menyebut bahwa pihak PT DGI akan memberangkatkan nasabah umrah setelah dalam kurun 18 bulan masa tunggu. Namun setelah melewati batas seperti waktu yang ditentukan, pemberangkatan umrah tak juga dilaksanakan.

Fikri Hidayat, 35, salah satu nasabah mengaku telah melakukan klarifikasi dan meminta penjelasan. Namun saat itu, ia hanya dijanjikan. Pihak PT DGI menyatakan, jika tida berangkat umrah, maka seluruh biaya umrah milik para nasabah akan dikembalikan. Namun sampai sekarang tidak ada kejelasan. Fikri bersama nasabah yang lain mengatakan jika memang pihak DGI tidak memiliki niat baik menyelesaikan masalah ini, maka pihaknya akan menyelesaikan melalui jalur hukum.

Para nasabah menduga, uang biaya umrah milik para nasabah tersebut ludes digunakan untuk bisnis peralatan dalam bidang penjualan alat kesehatan, properti, mata uang asing, dan koperasi. Sehingga pemberangkatan jamaah umrah PT Divan gagal dilaksanakan.

Fikri sendiri mengaku mengalami kerugian Rp 22 juta untuk pembayaran umrah dua orang. ”Saya ikut paket program umrah eksekutif dengan biaya Rp 12 juta untuk dua orang. Saya sedianya mau ikut bersama istri,” ujarnya. Sedangkan nasabah lain Zainul Wafa, 60, mengalami kerugian total Rp 112 juta. Ia mendaftar bersama tujuh jamaah umrah dan satu haji plus.

Dari jumlah 30 orang nasabah tersebut, rata-rata kerugian berkisar mulai Rp 10 juta hingga Rp 40 juta. Mereka rata-rata mendaftar sejak 2012 silam, sesuai perjanjiannya, akan diberangkatkan September 2013 lalu. Tapi perjanjian itu tidak ditepati. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -