Kendaraan Berat Dilarang Lewat Jalur Alternatif

351
CEK JALUR KA : Polres Pekalongan Kota bersama jajarannya mengecek jalur kereta api di Kota Pekalongan dan sekitarnya, Kamis (25/6) kemarin. (‎LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK JALUR KA : Polres Pekalongan Kota bersama jajarannya mengecek jalur kereta api di Kota Pekalongan dan sekitarnya, Kamis (25/6) kemarin. (‎LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2015, kendaraan berat dilarang melewati jalur alternatif. Harapannya, kelayakan jalan akan tetap terjaga sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan atau kemacetan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfi Sulistyawan, saat melakukan pengcekan rel kereta api (KA) di Tirto Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Kamis (25/6) kemarin.

Apalagi jalur alternatif di Jalan Seruni Ki Mangunsarkoro hingga saat ini sedang dalam proses pengecoran. Jika sudah selesai, jalur alternatif Seruni Mangunsarkoro hanya boleh maksimal dilewati kendaraan di bawah 10 ton saja.

“Jadi, kendaraan besar dilarang keras lewat jalur alternatif. Hanya untuk kendaraan pribadi saja. Kalau tetap dilewati, percuma diperbaiki. Jalan akan rusak terus,” imbuh Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Ady Pratikto.

Menurut AKP Ady, sesuai janji hari Kamis (25/6) seharunya sudah dicor. Namun kontraktor minta diundur satu hari, sehingga baru pada 27 Juni selesai pengecorannya. Jika sesuai target, open traffic baru bisa dibuka pada 5 Juli mendatang.

“Harus ada jeda pascapengecoran. Karena sesuai standar operasional prosedur (SOP) memang harus dibiarkan dulu, agar padatnya lebih kuat. Sehingga untuk mengantisipasinya, akan ditutup total selama 3 hari, terhitung sejak hari ini (Kamis, 26/6). Agar cor bisa lebih kuat,” imbuh Ady.

Selain jalur alternatif, tim melakukan tinjauan di jalur rel kereta api (KA). Hal itu untuk mengantisipasi pencurian besi pengunci rel atau sabotase lainnya. “Kami akan terus mengamankan jalur mudik. Dimulai dengan jalur kereta api ini, dengan mengerahkan anggota untuk berpatroli,” jelas AKBP Luthfi Sulistyawan.

Kepala Stasiun Pekalongan Kota, Yudi Prasetyo, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan pengawasan lima kali dalam sehari. “Kalau hari biasa, kami melakukan dua kali sehari. Namun menjelang arus mudik-arus balik ini, kami lakukan lima kali dalam sehari,” jelasnya.

Selain itu, polisi bersama PT KAI Pekalongan Kota juga melakukan pembinaan di sekitar perlintasan kereta tanpa palang pintu. “Di wilayah Kota Pekalongan ada dua perlintasan tanpa palang pintu, yakni di Tirto dan Dadirejo,” imbuh Kapolres.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat melintasi persimpangan jalur kereta tanpa palang pintu. “Semoga tidak ada lagi korban jiwa di perlintasan tanpa palang pintu ini. Kami akan terus berupaya melakukan pengawasannya,” terangnya. (han/ida)