MCS Bagi 1.500 Takjil untuk Pengendara

417
BERBAGI: Salah satu anggota MCS membagikan takjil kepada pengendara di Jalan Pemuda, kawasan Tugu Muda, kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
BERBAGI: Salah satu anggota MCS membagikan takjil kepada pengendara di Jalan Pemuda, kawasan Tugu Muda, kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Layaknya tahun-tahun sebelumnya, Marketing Communications Society (MCS) Semarang kembali bagi-bagi takjil untuk pengguna jalan raya beberapa saat sebelum buka puasa. Kali ini, komunitas yang digawangi para jajaran marketing, public relations, dan sales dari perhotelan, restoran, serta tempat hiburan di Semarang ini menggelarnya lebih meriah.

Sejak pukul 16.00 kemarin, puluhan anggota MCS berkumpul di depan Gedung Pandanaran. Di sana, mereka mengumpulkan sumbangan takjil dari masing-masing korporat seperti Hotel Dafam Semarang, Hotel Horison, Hotel Pandanaran, Hotel Grasia, Hotel @Hom, Hotel Oak Tree, Hotel Noorman, Kampoeng Semarang, AXA Financial Indonesia, dan Varuna Entertainment. Setelah terkumpul semua, baru masing-masing anggota berpencar untuk membagikan takjil di beberapa titik keramaian.

”Ada empat titik, yaitu depan Masjid Baiturrahman Simang Lima, Lawang Sewu, Wisma Perdamaian, dan Gedung Pandanaran. Tapi tidak semua pengguna jalan yang diberi. Kami sengaja mengutamakan pejalan kaki, tukang bejak, pesepda, dan pengguna jalan yang tidak menggunakan motor. Ada juga bagian untuk para tunawisma dan pengamen,” ungkap Koordinator Yuni Dwijayanti.

Bagi-bagi takjil ini disambut baik oleh pengguna jalan. Pasalnya, tidak hanya asal sebagai pembatal puasa. Takjil yang dibagikan terbilang menggoda selera untuk berbuka. Sebut saja es kolak pisang, es buah, es biji salak, serta beragam snack dan makanan berat.

”Agenda rutin ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap warga Semarang. Merogoh kocek pribadi untuk saling berbagi. Apalagi ini bulan penuh berkah. Selain itu, gelaran ini sebagai sosialisasi agar para pelaku usaha atau perusahaan yang ada di Semarang bisa mengirimkan bagian marketingnya untuk bergabung dengan MCS,” ungkap Ketua MCS Namira Fanessa.

Ditambahkannya, MCS bukan sekadar kumpul-kumpul. Komunitas ini juga punya ambisi untuk meramaikan Kota Semarang terutama di sektor pariwisata. Karena itu, jangan heran jika komunitas yang kini beranggota aktif sekitar 30 orang ini kerap menggelar acara ’gila-gilaan’ di tengah kota sebagai triger menggaet wisatawan. (amh/zal/ce1)