Pemohon Kartu Kuning Meningkat Tajam

576
KARTU KUNING : Para pencari kerja saat antre membuat kartu kuning, sebagai syarat mengisi formasi di perusahaan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARTU KUNING : Para pencari kerja saat antre membuat kartu kuning, sebagai syarat mengisi formasi di perusahaan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Jumlah pemohon layanan kartu kuning baru atau AK1 dan perpanjangan AK1 di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pekalongan, menunjukan peningkatan tajam hingga 300 persen di banding hari-hari sebelumnya. Sebagian besar para pencari kerja ini lulusan SMA dan yang sederajat. Mulai pagi hari, sudah mulai mengantre untuk mengambil formulir AK1.

Ramainya para pencari kerja tersebut, sudah terasa sejak seminggu terakhir, sejak adanya pengumuman lowongan pekerjaan di Kantor RSUD Kraton, PDAM Tirta Kajen, serta pabrik tektile yang membutuhkan 300 karyawan baru.

Sempitnya ruang tunggu yang bersebelahan dengan ruang parkir, membuat para pemohon AK1 tidak nyaman saat menunggu. Bahkan parkir kendaraan roda dua meleber hingga ke jalan raya, persis di bawah papan pengumuman dilarang parkir.

Ratih Ayu, 19, warga Desa Gumelem, Kecamatan Petungkriono, Kamis (25/6) kemarin, mengungkapkan bahwa dirinya membuat kartu kuning untuk melamar kerja di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan. Kartu kuning itu menjadi syarat mutlak administratif yang harus dipenuhi untuk mengisi semua posisi di RSUD Kraton tersebut. “Kartu kuning ini disyaratkan pada semua posisi di RSUD Kraton dan pabrik tekstile,” ungkap Ayu.

Farida juga mengatakan minimnya pegawai yang ada di Dinsosnakertrans, menjadi kendala tersendiri ketika membuat kartu kuning atau kartu AK1 tersebut. Karena pembuatan kartu kuning tidak sehari jadi, sehingga terkadang harus bolak-balik dan menunggu cukup lama. “Saya inginnya bikin kartu kuning sehari langsung jadi. Ini apa karena gratis ya. Sehingga pelayanannya tidak cepat,” kata Farida.

Kabid Pelatihan Ketenagakerjaan, Dinsosnakertrans, Kabupaten Pekalongan, Marhaeni, membenarkan bahwa sejak awal Juni, pemohon Kartu Kuning meningkat tajam. Hal itu disebabkan adanya informasi lowongan pekerjaan, baik milik BUMD maupun swasta di Kabupaten Pekalongan.
“Banyaknya para pencari kerja yang mengurus kartu kuning. Terlebih menjelang bulan Ramadan, ada perusahaan tekstile, seperti Shimatex yang membutuhkan tenaga kerja lebih dari 200 orang,” jelas Marhaeni. (thd/ida)