Prakarsai Semangat #HidupkanTBRS

342
HIDUPKAN TBRS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang meninjau pembangunan sendang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (24/6) kemarin. (ISTIMEWA)
HIDUPKAN TBRS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sedang meninjau pembangunan sendang di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (24/6) kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Belakangan ini banyak acara digelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Ya, sejumlah kegiatan yang diprakarsai Wali Kota Hendrar Prihadi itu tujuan utamanya untuk menghidupkan kembali TBRS dari berbagai aktivitas seni budaya.

Sebelumnya, Hendi -sapaan akrab Hendrar Prihadi- sempat dikritik habis-habisan, ketika beredar kabar bahwa Pemkot Semarang akan menggusur TBRS untuk dijadikan sebuah wahana permainan Trans Studio. Dari situ muncullah aksi dari sejumlah kalangan untuk menyelamatkan TBRS. Bahkan hingga dilakukan lewat media sosial dengan hashtag #SaveTBRS sebagai bentuk dari penolakan pembangunan Trans Studio.

Tapi di luar dugaan, dalam aksi tersebut, Hendi tiba-tiba datang sendirian tanpa didampingi siapa pun dan justru dengan lantang mempertanyakan asal-usul kabar tersebut, yang ternyata tidak pernah direncanakan. Pada saat itu juga, melalui akun pribadinya @HendrarPrihadi menuliskan ”Yang terpenting sekarang mari #HidupkanTBRS, yang akhirnya berhasil menjadi momentum untuk membuat lingkungan TBRS kembali bergeliat.”

Dan setelah lama tak menggaungkan #HidupkanTBRS, Rabu (24/6) kemarin, Hendi mem-posting sebuah gambar yang memperlihatkan dirinya sedang meninjau pembangunan sebuah sendang di TBRS melalui akun Instagramnya @HendrarPrihadi.

Dalam postingan tersebut, dia juga tak lupa menyelipkan tagar #HidupkanTBRS. Ini seakan-akan menjadi bukti bahwa perhatian Hendi terhadap budaya di Kota Semarang pada umumnya, dan Taman Budaya Raden Saleh pada khususnya, masih sangat besar.

”Saya tetap akan menghidupkan TBRS melalui berbagai aktivitas seni dan budaya. Dengan begitu, potensi lokal yang ada di Kota Semarang, khususnya di bidang seni budaya bisa semakin berkembang,” harapnya. Pemkot akan selalu mendukung semua kegiatan seni budaya yang ada di TBRS.

Sebuah sendang di TBRS ini konon juga menjadi salah satu poin penolakan pada aksi #SaveTBRS. ”TBRS memiliki sendang yang airnya menopang kehidupan warga sekitar. Dikhawatirkan akses air bagi warga akan tertutup jika TBRS beralih menjadi Trans Studio,” terang orang nomor satu di Kota Semarang ini. (zal/aro/ce1)