Puluhan Kembang Api Tak Berizin Disita

380
RAZIA PETASAN : Petugas gabungan Polres Kendal melakukan operasi petasan dan kembang api di Pasar Weleri dan Pasar Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA PETASAN : Petugas gabungan Polres Kendal melakukan operasi petasan dan kembang api di Pasar Weleri dan Pasar Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Puluhan kembang api dari berbagai jenis disita oleh Polres Kendal lantaran diduga tidak memiliki izin peredaran. Penyitaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil dari razia gabungan yang dilakukan satuan Sabhara dan Bimbingan Masyarakat.

Sebanyak 50 personel diterjunkan dalam razia gabungan. Operasi petasan dilakukan di dua wilayah, yakni Kecamatan Weleri dan Kaliwungu dengan menyisir toko-toko di sekitar Pasar Weleri dan Pasar Pagi Kaliwungu.

Dalam operasi tersebut tidak menemukan pedagang yang menjual petasan. Namun petugas berhasil menemukan kembang api yang diduga tidak memiliki izin peredaran. “Ada 91 dan tujuh jenis kembang api yang berhasil kami sita,” ujar Kabag Ops AKP Arianto Salkery, Kamis (25/6).
Dikatakannya, jika petugas tidak memiliki surat izin edar petasan yang diperbolehkan dari kepolisian. “Setelah kami periksa dalam daftar, jenis ini yang kami sita itu tidak masuk dalam daftar. Sehingga kami lalukan penyitaan,” tandasnya.

Dijelaskannya, tujuan dari operasi ini tidak lain untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Sebab banyak laporan masyarakat yang merasa terganggu akan ledakan petasan dan kembang api. “Selain itu kembang api maupun petasan juga berbahaya. Selain membahayakan diri sendiri, juga orang di sekitarnya. Sebab banyak kejadian yang membuat orang terluka akibat nyala petasan dan kembang api,” tandasnya.

Selain itu, Ramadan tahun ini jatuh pada musim kemarau. Sehingga rawan kebakaran, bahkan beberapa pekan terakhir banyak rumah warga terbakar. “Kami mengimbau kepada warga agar berhati-hati dan jangan bermain-main terhadap api,” tambahnya.

Saat operasi, sempat terjadi adu mulut antara polisi dan pedagang. Mereka menolak kembang api dagangannya disita. Pedagang berdalih kembang api yang dibeli dari agen sudah mempunyai izin edar.

Budi Santoso, salah seorang pedagang mengatakan ia menjual petasan yang dibeli dari agen. Sehingga protes jika disita petugas karena kembang api yang dijual bukan titipan, namun membeli dari agen dan dijual kembali kepada konsumen. “Sehingga disita ini, kami merasa banyak dirugikan karena tidak mungkin agen mau menggantinya. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa tidak ada dalam daftar, padahal dari agen katanya ada nomor seri yang sudah terdaftar. Jadi tidak ilegal,” tandasnya. (bud/ric)