BI Jateng Tambah Uang Tunai Rp 15 T

400
TRADISI TAHUNAN: Masyarakat sudah mulai menukar uang baru untuk keperluan Lebaran, di Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TRADISI TAHUNAN: Masyarakat sudah mulai menukar uang baru untuk keperluan Lebaran, di Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jateng. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai Lebaran, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jateng menambah stok sebanyak Rp 15 triliun. Angka itu meningkat 9,8 persen dibanding tahun lalu yang hanya di angka Rp 11,7 triliun.

Untuk memecah antrean penukaran uang, BI sengaja membuka loket dua kali seminggu dan dibuka setiap hari pada H-10 lebaran. “Kami meningkatkan persediaan dan pelayanan uang kepada masyarakat dengan membuka loket setiap Selasa dan Kamis selama Ramadan. Semetara untuk penukaran uang menjelang Lebaran, loket ini akan dibuka setiap hari sejak H-10,” ungkap Direktur Deputi Kepala BI Perwakilan Jateng Marlison Hakim, kemarin.

Dikatakannya, sejak 1 Juni kemarin, sudah ada sekitar 3.500 orang yang menukarkan uang tunai dengan nilai Rp 27.300 juta. Angka itu diprediksi akan terus menanjak hingga lebaran mendatang. Sementara di Semarang sendiri, diperkirakan akan meningkat 10 persen dari tahun 2014 yang mencapai Rp 395 miliar.

Agar memudahkan masyarakat, BI akan menggandeng delapan bank yang ditunjuk untuk membuka pelayanan penukaran uang. “Dengan begitu, masyarakat akan lebih mudah mencari tempat penukaran uang melalui bank resmi seperti bank Panin dan BCA, tanpa dipungut biaya,” imbuh Marlison.

Pihaknya menghimbau kepada masyarkat agar menukarkan uang di bank-bank yang telah bekerjasama. Selain tidak dipungut biaya tambahan, keaslian dan ketepatan jumlah uang juga terjamin. Selain itu, lanjut Marlison, BI akan mengerahkan beberapa armada kas keliling untuk menjangkau hingga ke pelosok atau di beberapa titik keramaian. “Secara kuantitas dan kualitas ditingkatkan melalui diluar Bank Indonesia dengan memperbanyak kas keliling yang diharapkan masyarakat tidak repot berbondong-bondong datang ke Bank Indonesia karena sudah banyak titik penukaran uang,” pungkasnya (amh/smu)