Biasa Keliling Hutan, Jaga Alam Tetap Lestari

506
MENANTANG: Anggota Komunitas Samson Trail Adventure Semarang usai menjelajah hutan di Kota Semarang belum lama ini. (DOK. PRIBADI)
MENANTANG: Anggota Komunitas Samson Trail Adventure Semarang usai menjelajah hutan di Kota Semarang belum lama ini. (DOK. PRIBADI)

Menyalurkan hobi tidak harus dilakukan sendiri. Berkumpul bersama jauh lebih berarti. Apalagi dibarengi kegiatan berbakti dan berbagi. Seperti yang dilakukan Komunitas Samson Trail Adventure Semarang. Seperti apa?

AHMAD FAISHOL

SALAH satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kepenatan di tengah rutinitas kerja adalah dengan menyalurkan hobi. Selain menjadikan tubuh kembali fit, tentu juga dapat mengembalikan pikiran menjadi lebih fresh.

Para anggota Komunitas Samson Trail Adventure Semarang ternyata tahu betul bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut. Dengan menjelajah hutan menggunakan sepeda motor trail, mereka mampu membangun keceriaan sekaligus mengusir kebosanan yang kadang melanda masing-masing individu.

”Tujuan terbentuknya komunitas ini memang begitu. Meski kami memiliki segudang kesibukan yang ekstrapadat, tidak lantas menjadikan kami stres memikirkannya,” ungkap salah satu pendiri komunitas, Alono, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Alono menceritakan, awal mula terbentuk komunitas ini sekitar 2010 lalu. Berbekal dari hobi yang sama, masing-masing temannya ingin membuat kelompok yang dapat menyatukan mereka. Maka diputuskan untuk membentuk komunitas tersebut. ”Selain itu, juga sebagai wadah untuk kegiatan melestarikan alam. Sebab, bagi kami hutan atau alam adalah bagian dari kehidupan. Karenanya, harus terus dijaga agar tetap lestari,” ujarnya.

Untuk lebih mengakrabkan satu sama lain, lanjut Alono, dibuatlah agenda kegiatan mingguan dengan cara mengelilingi hutan menggunakan sepeda motor trail. Adapun tempat yang dituju sengaja dipindah-pindah agar dapat memberikan tantangan. ”Beberapa hutan yang pernah kami jelajahi antara lain hutan Boja, Mijen, Lereng Ungaran, Mangkang, dan lainnya,” kata Alono.

Alono menambahkan, yang tak kalah menarik dari komunitas ini adalah mereka tidak hanya sekadar menyalurkan hobi, akan tetapi dalam beberapa kesempatan juga mengadakan bakti sosial (baksos). Yakni, dengan memberikan santunan kepada orang-orang yang tidak mampu yang berada di sekitar hutan.

”Selain menyalurkan hobi, kami juga sempat memberikan bantuan. Dengan harapan komunitas ini tidak hanya sebagai komunitas untuk bersenang-senang, tetapi juga membantu orang lain yang membutuhkan,” terangnya.

Bagi Alono, semua anggota yang tergabung dalam komunitas ini ibarat sebagai sebuah keluarga. Sehingga satu sama lain dapat saling membantu jika ada yang membutuhkan. ”Meski jumlah anggotanya masih sedikit, sekitar 15 orang, bagi kami tidak menjadi masalah. Yang penting kegiatan tolong-menolong sesama anggota terus dijaga,” katanya. (*/aro/ce1)