Kerugian Dana Hibah KONI Rp 1,5 M

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Asep Nana Mulyana. (DOK/RASE)
Asep Nana Mulyana. (DOK/RASE)

KALIBANTENG-Kerugian negara kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012-2013 dengan tersangka Djody Aryo Setyawan (DAS) dan Suhantoro (SH) berhasil diketahui sejumlah Rp.1.575.730.212.

“Pemberkasan perkaranya sudah selesai. Perhitungan negara juga sudah diketahui jumlahnya, mencapai Rp 1.575.730.212, sekarang masih penyempurnaan surat dakwaan,” kata Kepala Kejari Semarang, Dr Asep Nana Mulyana, Jumat (26/6).

Perhitungan kerugian negara tersebut diakui Asep, tidak menggunakan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melainkan menggunakan akuntan publik. “Rencana minggu depan dilimpah ke Pengadilan Tipikor Semarang. Untuk perhitungan kerugian Negara kita gunakan perhitungan dari akuntan publik Dr. Tarmizi Ahmad MBA, Ak,”jelasnya.

Asep juga mengakui, tersangka yang ditetapkan masih Suhantoro (SH) dan Djody Aryo Setyawan (DAS). “Tersangka baru masih dalam tahap perkembangan, kita tetap melihat proses persidangan. Ada atau tidaknya jangan berandai-andai dahulu,”ujarnya.

Untuk kedua tersangka, lanjut Asep, hingga saat ini masih ditahan dirutan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang. Asep juga menyebutkan, Polrestabes Semarang belum ada melakukan bon pinjam dalam pemeriksaan tersangka, SH di kasus raibnya dana Kasda Rp 22 miliar. “Belum ada bon pinjam untuk SH mas,”ucapnya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo menambahkan, Penyidik Kejari Semarang juga telah melakukan pengecekan terhadap kuitansi enam hotel di Purwokerto senilai Rp 350 juta. Hasilnya, seluruh kuitansi ternyata fiktif. “Kuitansi fiktif berupa struk penginapan di enam hotel di Purwokerto diketahui atas nama pengurus KONI setelah penyidik melakukan klarifikasi ke pengelola penginapan. Pengelola enam hotel di Purwokerto tersebut,”imbuhnya.

Sutrisno mengatakan, DAS dan SH ditahan penyidik Kejari Semarang pada 9 April 2015 lalu. “Djody merupakan Mantan Sekretaris KONI Kota Semarang dan Suhantoro adalah Bendahara,”imbuhnya,”katanya. (bj/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -