Bos Koperasi Diduga Gelapkan Rp 500 Juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Purwanto, 54, warga Jalan Sendang Gede no 03 RT 3 RW 2 Banyumanik, Kota Semarang, dilaporkan atas dugaan menggelapkan uang Rp 500 juta. Pelapornya adalah Sutrisno, 51, warga Jalan Kumudasmoro RT 5 RW 5 Gisikdrono Semarang Barat.

”Terlapor membawa lari uang milik saya Rp 500 juta dengan modus memberi janji palsu dan memberikan sertifikat berjangka palsu,” kata Sutrisno kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Semarang Barat, Minggu (28/6).

Diceritakan, kasus tersebut bermula pada 24 Maret 2011 silam di Koperasi Roda Sejahtera Jalan WR Supratman No 45 Semarang, milik pelapor. Saat itu, pelapor yang juga memiliki koperasi, ditawari korban untuk menanamkan modal ke koperasi milik terlapor. Setelah diiming-imingi berbagai keuntungan, korban akhirnya setuju dan memberikan uang ke korban. ”Purwanto memberikan sertifikat simpanan berjangka,” katanya.

Namun, September 2013 terlapor kembali mendatangi korban dan memberi tahu bahwa pengembalian simpanan berjangka tidak bisa diberikan ke korban karena terlapor mengalami masalah. Diakui, lanjut Sutrisno, kemudian terlapor memberikan ganti rugi berupa sebidang tanah yang akan diberikan di bulan September 2013 juga. Namun dia tetap menuntut pengembalian uang. Tapi, sekian lama ternyata terlapor tetap tak bisa mengembalikan simpanan berjangka milik korban.

”Setiap bulan, sejak 2013-2014, saya berusaha melakukan mediasi terhadap terlapor. Namun terlapor tidak bisa mengembalikan uang tersebut,” katanya. Menurut Sutrisno, sertifikat simpanan berjangka tersebut diduga palsu. (amu/smu/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -