Nasi Megono Tidak Lagi Nasi Rakyat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Menikmati MEGONO: Sejumlah warga saat menikmati nasi megono, di warung lesehan, Kelurahan Kedungwuni, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/jawa pos radar semarang)
Menikmati MEGONO: Sejumlah warga saat menikmati nasi megono, di warung lesehan, Kelurahan Kedungwuni, Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Nasi megono merupakan makanan khas dari Kabupaten Pekalongan, yang terkenal murah, dan mudah dijumpai disetiap sudut warung makan di sepanjang jalan di Kabupaten Pekalongan. Bahkan selama bulan Ramadan, ada puluhan warung lesehan yang menjual nasi megono. Meski begitu,naiknya harga bahan baku seperti nangka muda, bahan utama untuk membuat megono tidak lagi nasi rakyat. Untuk sebungkus nasi megono yang awalnya Rp 1000 per bungkus, kini menjadi Rp 4 ribu, atau Rp 3 ribu.

Selama bulan Ramadan, sepanjang 10 kilometer arah selatan dari Jalan Urip Sumoharjo , Kota Pekalongan, hingga arah ke Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, terdapat lebih dari 60 warung lesehan sego megono, yang buka sore hari hingga menjelang pagi. Nasi Megono yang terbuat dari, cacahan nangka muda, yang dicampur dengan parutan kelapa, beserta bumbu-bumbu lainnya, dan dikukus. Sebagai lauk utama nasi, masih menjadi menu utama di Kabupaten dan Kota Pekalongan, meski dari segi gizi sangat sedikit.

Nasi megono biasa disajikan dengan mendoan, yaitu tempe goreng tipis bertepung yang setengah matang. Untuk menambah nikmat makanan nasi megono, biasanya disajikan dengan menu lain, seperti opor ayam dan teh panas. Dulu hanya dengan Rp 4000, masyarakat sudah bisa menikmati satu 2 bungkus megono, dua iris tempe mendoan, dan segelas teh panas, yang banyak dijajakan di warung lesehan. Tapi sekarang dengan uang Rp 10 ribu, baru bisa menikmati menu tersebut.

Seorang pedagang nasi megono, Anisah,34, yang berada di area foodcourd Lapangan Desa Paesan, Kedungwuni, mengaku sejak harga beras naik ia terpaksa menaikan harga nasi megono. Ia mengakui nasi megono kini tak lagi nasi rakyat yang murah, karena semua harga sembako naik, terlebih selama Ramadhan hingga menjelang lebaran. ”Terpaksa hargaya kita naikan menjadi Rp 4000 atau Rp 3000 per bungkus, dari Rp 1000 per bungkus, maka banyak yang protes, karena yang beli biasanya buruh lepas dan tukang becak,” katanya, kemarin.

Anisah menambahkan, untuk mensiasati agar penjualan nasi megono bisa untung banyak, ia juga menjual menu pelengkap lain, seperti opor ayam, gulai dan garang asem, hingga telur goreng dan rendang. ”Meski makan nasi lauk opor ayam atau rendang sekali pun, tetap lauk megono harus ada,” imbuhnya.

Purwanto,45, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, mengatakan biasanya nasi megono biasa disajikan waktu sarapan pagi atau sahur, dan mudah dijumpai disetiap sudut sepanjang jalan pantura. Masyarakat sepanjang pantura atau Pekalongan, sudah terbiasa dengan nasi megono, bahkan kalau makan nasi tanpa megono, seperti ada sesuatu yang kurang. ”Bahkan kita makan nasa sate kambing pun, pemilik warung masih memberikan nasi putih dengan megono, maka tidak heran jika Pekalongan, identik dengan Kota Megono,” kata Purwanto.

Dokter Ahli Gizi Keluaga, yang bekerja di RSUD Kabupaten Pekalongan, Gunawan Sunarso mengatakan, jika dilihat dari segi gizi nasi megono kurang memenuhi untuk tubuh, karena kandungan gizi yang sedikit. Sebaiknya ketika mengkonsumi nasi megono, untuk sahur atau berbuka puasa, disertai dengan lauk lain, seperti ikan dan telur serta sayur. ”Nasi megono itukan hanya sedep saja, meski dimakan dengan nasi tetap enak, namun untuk memenuhi gizi, sebaiknya dimakan dengan sayuran, tempe telur atau ikan,” katanya. (thd/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -