Antisipasi Kemarau, Patuhi Pola Tanam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Prasetyo Budi Yuwono. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)
Prasetyo Budi Yuwono. (Ahmad Faishol/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Jawa Tengah saat ini telah memasuki musim kemarau. Oleh karenanya, penghematan air mutlak dilakukan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mematuhi pola tanam yang telah disepakati. Sehingga volume air yang ada dapat dipertahankan hingga berakhirnya musim kemarau.

”Misalnya, ketika waktunya menanam palawija ya sama-sama menanam palawija. Jangan malah menanam padi. Sehingga kebutuhan air dapat terus terjaga,” ungkap Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, Prasetyo Budi Yuwono.

Dia menjelaskan, hingga saat ini persedian air di Jawa Tengah masih di atas batas yang ditetapkan. Artinya, volume air yang ditampung di sejumlah waduk di Jateng masih cukup untuk back-up pertanian dan memenuhi kebutuhan lainnya. ”Memang ada beberapa sungai yang telah kering. Namun masih cukup untuk kegiatan irigasi,” imbuhnya.

Prasetyo mengklaim persediaan air pada sejumlah waduk besar di Jawa Tengah masih 80 persen. Sementara untuk waduk-waduk kecil tinggal 70 persen. Kemungkinan jumlah tersebut akan terus menurun hingga bulan Agustus mendatang. ”Memang di daerah waduk kecil terbiasa begitu,” terangnya.

Diakuinya, saat ini ada empat waduk yang mulai mengering. Di antaranya waduk yang ada di Pati, Wonogiri, dan dua lainnya di Sragen. Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan air, pemprov menyediakan sejumlah pompa yang tersebar di beberapa daerah. Pompa-pompa tersebut dapat dipinjam sesuai dengan permintaan. ”Seperti yang dilakukan di Solo dan Sukoharjo baru-baru ini yang meminta melalui layanan Lapor Gub,” sambungnya.

Selain untuk mengantisipasi kemarau, lanjut Prasetyo, penyediaan air juga menyiapkan cadangan masa tanam (MT) pertama yang direncanakan pada 1 Oktober mendatang. Oleh karena itu, pihaknya berencana menutup sejumlah waduk untuk memenuhi kebutuhan tersebut. ”Tentunya tergantung kesepakatan dengan masing-masing pihak,” tandasnya. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -