Empat Timbangan Pedagang Disita

451
TEGAS: Plt Kabid Perdagangan M Ribat memeriksa timbangan salah satu pedagang di Pasar Buyaran, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
TEGAS: Plt Kabid Perdagangan M Ribat memeriksa timbangan salah satu pedagang di Pasar Buyaran, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pemkab Demak kemarin menyita beberapa timbangan milik pedagang Pasar Buyaran, Kecamatan Karangtengah. Penyitaan dilakukan dalam operasi khusus yang menyasar setiap pedagang yang timbangannya belum ditera ulang. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

Plt Kabid Perdagangan, M Ribat mengatakan, dari 250 pedagang yang memiliki timbangan, ada 5 timbangan yang sebelumnya lolos dari tera ulang pada 2014 lalu. Dari jumlah itu, 4 timbangan disita dan 1 timbangan tidak disita karena sudah dibetulkan. Karena itu, petugas menindaklanjuti timbangan yang belum ditera tersebut. Timbangan yang telah disita di bawa ke Kantor Polsek Karangtengah. Kemudian, pemilik timbangan dipanggil untuk dimintai keterangan untuk pendalaman lebih lanjut.

“Kami lakukan investigasi. Kalau memang benar timbangan tidak sesuai lantaran ketidaktahuan, maka kita lakukan pembinaan. Namun, kalau pedagang itu sudah tahu dan sengaja mempermainkan timbangan maka bisa melanggar UU Nomor 2 Tahun1981 tentang metrologilegal dengan ancaman hukuman maksimal pidana kurungan 1 tahun dan atau denda Rp 1 juta,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, tera ulang sudah pernah dijalankan pada Oktober 2014 . Tera ulang ini dalam rangka perlindungan terhadap konsumen. Pemilik timbangan adalah pedagang yang berjualan daging ayam, cao, sayur dan ikan. “Semua alat ukur sudah diterakan kecuali beberapa yang belum dan kemudian kita temukan dalam operasi kali ini. Tera ulang ini penting supaya timbangan laik untuk transaksi. Jika tidak diterakan, tidak ada jaminan apakah timbangan itu laik atau belum,” imbuhnya.

Untuk timbangan yang sudah ditera ulang maka diberi label atau tanda cap tera. Sedangkan, timbangan yang tidak layak lagi dan tidak bisa diperbaiki, maka timbangan itu dimusnahkan supaya tidak dapat digunakan lagi. “Operasi terhadap timbangan ini kita gencarkan karena kita telah menargetkan Pasar Buyaran tersebut bisa menjadi pasar tertib ukur 2015 ini,” tambahnya. (hib/fth)