Potensi Kejahatan Meningkat

373

UNGARAN – Menjelang Lebaran, Polres Semarang mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab tindak kejahatan jalanan berpotensi meningkat. Dalam beberapa minggu lalu saja, terjadi dua kasus pencurian nasabah bank dengan nilai yang cukup besar. Sehingga Polres Semarang menghimbau pengambilan uang di atas Rp 10 juta untuk meminta pengawalan polisi.

“Sudah ada instruksi dari Kapolres untuk pengawalan, jadi sudah disiapkan personel yang akan mengawal. Pengawalan ini untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan. Sebab nasabah bank sangat rentan menjadi korban kejahatan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian Senin (29/6).

Dia menambahkan, menjelang Lebaran aksi kejahatan biasanya akan meningkat. Sehingga pengawalan nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar sangat penting. Apalagi saat menjelang Lebaran banyak yang butuh uang dalam jumlah besar, termasuk perusahaan yang akan memenuhi kewajiban tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya. “Setidaknya jika ada pengawalan polisi, pelaku kejahatan akan berpikir ulang untuk melancarkan aksinya,” imbuhnya.

Herman membeberkan, dalam tiga minggu terakhir ini saja di wilayah hukumnya terjadi dua kasus kejahatan jalanan dengan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Seperti yang terjadi Rabu (10/6) lalu, dua pelaku sukses membawa kabur uang Rp 150 juta milik PT Semarang Sari Garment, Kecamatan Bergas dengan modus menusuk ban. Dari pemeriksaan sejumlah saksi dan CCTV di bank ada pelaku telah mengikuti karyawan PT SSG sejak dari bank.

“Kasus pertama modusnya menggembosi ban mobil yang ditumpangi karyawan PT SSG, saat mengganti ban, pelaku mencuri tas berisi uang. Pelakunya itu diduga kuat sudah mengikuti korban sejak keluar bank,” imbuhnya.

Belum selesai penyelidikan pelaku modus kempis ban, muncul lagi kejahatan jalanan dengan modus penjambretan yang terjadi di kawasan Bergas. Korban di jambret usai pulang mengambil uang, pelaku berhasil membawa kabur tas berisi uang tunai Rp 50 juta. “Dari dua kasus ini kami menduga pelakunya benar-benar paham cara bertindak. Jadi sekali lagi pengawalan sangat penting,” tandasnya. (tyo/ric)