4 Balon Tiga Kali Fit and Proper Test

305

SEMARANG – Empat kandidat bakal calon (balon) Wali Kota Semarang yang mendaftar melalui Koalisi Tugu Muda (KTM), Selasa (30/6) sore kemarin, menjalani fit and proper test yang diadakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Empat balon tersebut, yakni Soemarmo HS, Mahfudz Ali, Rudy Laksono, dan Djoko Setijowarno.

Selama sekitar satu jam jelang berbuka puasa, para kandidat tersebut menjalani test dari 7 tim PKS. Terdiri atas tim DPP, DPW, dan DPD.
”Tadi (kemarin) selesai jam setengah enam. Materinya tentang visi misi, program ke depan tahun 2016-2021. Termasuk menanyakan komitmen kepada masyarakat Kota Semarang, tentang pembangunan. Tadi ada tujuh tim dari DPP, DPW, dan DPD PKS,” terang salah seorang balon, Soemarmo HS.

Sebelumnya, Ade Wardana selaku Ketua Tim Penjaringan KTM mengatakan, jika memang bakal calon tersebut menginginkan rekom dari KTM, harus mengikuti tahapan yang telah ditentukan KTM. ”Karena kita ingin mengusung calon sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan rekomendasi turun. Yang pasti setiap hasil tahapan, pihaknya selalui melaporkan ke tingkat pengurus di atasnya. Namun jika ternyata kandidat itu tidak mampu menjalankan hak dan kewajiban dan tahapan penjaringan dari KTM, lanjut Ade, maka dimungkinkan pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi kepada keempatnya.

”Bisa juga dari lima ini tidak mampu menjalankan tahapan yang kita berikan, maka kita tidak menentukan mereka. Karena untuk menentukan bakal calon ini tidak sembarangan,” tegas Ade.

Diketahui, tahapan fit and proper test KTM dilakukan secara individu partai. Setelah PKS, Minggu (5/7) mendatang giliran Partai Golkar yang menggelar fit and proper test, kemudian Partai Demokrat. Sebelumnya ada lima nama yang mendaftarkan diri ke KTM, namun Syafi’i mengundurkan diri. Praktis, setiap balon KTM akan menjalani tiga kali fit and proper test .

Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Agung Priyambodo, mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan daerah khusus (Rapimdasus) dan fit and proper test menentukan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang telah mendaftarkan diri melalui KTM, sebelum diajukan ke DPP. Rekomendasi ke tingkat pusat tersebut atas masukan dari semua unsur Partai Golkar, mulai dari sayap partai, ormas pendiri Golkar, ormas yang didirikan Golkar, hingga pimpinan kecamatan Golkar.

Menurut Agung, semua unsur itu akan dilibatkan dan menjadi penentu nasib para kandidat. ”Mereka berhak memilih 4 orang itu atau tidak memilih dan mengusulkan orang lain,” terang Agung sembari menambahkan agenda tersebut akan digelar pada Minggu mulai pukul 14.00.
Agung menegaskan, nasib 4 kandidat tersebut ditentukan dalam Rapimdasus. ”Hasilnya apakah akan dilanjutkan ke provinsi dan DPP atau tidak tergantung Rapimdasus besok,” tegasnya. (zal/aro/ce1)