Empat Napi Positif Konsumsi Narkoba

433
TES URINE : Ratusan narapidana di Lapas Kelas IIA Pekalongan melakukan tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Senin sore (29/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE : Ratusan narapidana di Lapas Kelas IIA Pekalongan melakukan tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Senin sore (29/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Sebanyak 4 orang narapidana (Napi) di Lapas Kelas IIA Pekalongan positif mengonsumsi narkoba jenis Metham Pethamin. Setelah dilakukan tes urine terhadap 298 narapidana kasus narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal, Senin sore (29/6) kemarin.
“Semalam kami menemukan sebanyak 4 napi yang positif (Metan Pethamin),” kata Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Suprapto saat dikonfirmasi pada Selasa (30/6) kemarin.

Setelah ada bukti tersebut, kata Suprapto, mereka akan diberi pembinaan khusus dan diusulkan ke Program Rehabilitasi dan Detoksifikasi di RS HA Djunaid Kota Pekalongan. Selain itu, mereka akan tetap dijatuhi sanksi pelanggaran dan dikenakan register F.
“Dengan adanya BNN, ini sangat membantu kami,” ujarnya mendukung apa yang dilakukan oleh BNN Kendal.

Pihaknya berharap, jika ada narapidana kasus narkoba yang masih terindikasi menggunakan narkoba, akan dilakukan terapi serta asesmen. Dengan harapan, ketika mereka bebas dapat lepas dari dunia narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN Kendal, Teguh Budi Santosa menyatakan razia yustisi tersebut, bukan berarti merazia. Tetapi, melaksanakan tes urine bagi seluruh narapidana kasus narkotika. Disamping itu, dilakukan pengobatan rawat jalan. “Mereka (pencandu, Red), memiliki hak dan kewajiban untuk diobati,” jelas Teguh, didampingi AKP Trubus, Kasi Pemberantasan BNN Kendal.

Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Jateng, Susanto, kegiatan tes urine bagi narapidana merupakan implementasi program rehabilitasi 100 ribu bagi pecandu narkoba di Indonesia.

Di Jateng sendiri, kata dia, ditargetkan 4.807 pecandu maupun pengguna narkoba. Kali ini, menyasar para narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas IIA Pekalongan. dari dua belas Lapas di Jateng, BNN sudah menyasar delapan Lapas di Jateng termasuk Pekalongan.

“Ternyata di Lapas IIA Pekalongan ada 298 narapidana kejahatan narkotika. Dan, mereka diindikasikan masih kecanduan, walaupun tidak dikenai Pasal 127. Untuk memastikan, agar dapat dilakukan rehabilitasi dan rawat jalan, maka dilakukan tes urine serta asesmen,” terang Susanto.

Melalui upaya razia yustisi tersebut, diharapkan dapat memberikan konseling secara terus menerus, sehingga muncul kesadaran untuk meninggalkan narkotika atau lepas dari kecanduan.

Terkait hasil sampel urine dinyatakan positif, maka yang bersangkutan akan dilakukan rehabilitasi.
“Untuk asesmen, BNN menggandeng konselor dari RS HA Djunaid Buaran. Untuk pendalaman dan mengetahui sejauhmana secara psikologis keterikatan pengguna terhadap narkotika,” terang Susanto. (han/ida)