Warga Minta Pemkot Segera Ambil Alih

351

PANGGUNG LOR – Warga Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara mendesak Pemkot Semarang untuk segera mengambil alih status lahan perumahan yang dibangun oleh PT Tanah Mas. Pasalnya, PT Tanah Mas hingga kini belum menyerahkan lahan tersebut kepada Pemkot Semarang.

Tokoh masyarakat setempat, Djamron Mansyur, 62, mengakui, status perumahan yang ditempatinya sekarang masih diklaim oleh pihak PT Tanah Mas sejak permukiman tersebut dibangun pada 1976. Namun PT Tanah Mas sudah tidak lagi memberikan hak dan kewajibannya sebagai pengembang.

”Sampai kini statusnya belum diserahkan kepada pemkot. Padahal ada aturan penyerahan perumahan kepada pemkot yakni Permendagri Nomor 9 Tahun 2009. Sayangnya, pihak pemkot beralasan hal itu hanya bersifat imbauan,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (30/6) kemarin.

Menurutnya, pihak pengembang dinilai telah lepas tangan dalam memenuhi tanggung jawab, hak dan kewajibannya kepada warga yang bermukim di atas lahan yang dibangun PT Tanah Mas. Namun diduga masih ada oknum dari pihak pengembang yang menarik retribusi di kawasan tersebut.

”Oknum itu menarik retribusi PKL. Warga yang memiliki sumur air bawah tanah juga ditarik Rp 60 ribu-Rp 90 ribu. Padahal di tempat ini ada sekitar 21 yang memiliki ATS. Sedangkan pihak PT Tanah Mas hanya memberikan kontribusi kepada pihak kelurahan Rp 1,5 juta setiap bulan,” katanya.

Dia mengatakan, mengambangnya status tersebut sangat meresahkan warga. Akibatnya, warga mengalami kerugian lantaran Kelurahan Panggung Lor tidak mendapat bantuan secara maksimal dari pemkot.

”Banyak bantuan yang tidak bisa diberikan pemkot di wilayah Kelurahan Panggung Lor, seperti lampu penerangan dan perbaikan jalan. Sampai warga membentuk P5L (Paguyuban Pengendali dan Penanggulangan Air Pasang Panggung Lor) untuk swadaya dalam perbaikan sarana dan prasarana. Dulu permukiman di sini kerap banjir, kalau tidak segera diatasi ya bisa tenggelam,” keluhnya.

Hal sama diungkapkan Ketua RW 5, Teguh Sumedi. Pria 58 tahun ini mengatakan, warga Kelurahan Panggung Lor menuntut pengelolaan Perumahan PT Tanah Mas diserahkan ke Pemkot Semarang.
Menurutnya, dengan adanya pelimpahan kepada pemkot akan mendapat perhatian.

”Warga Panggung Lor tidak mau tahu aturan. Tahunya kalau sudah waktunya ya diserahkan ke pemkot. Kami juga selalu mendapat keluhan dari warga sendiri. Karena itu, kami mendesak kepada pemkot untuk segera merealisasikannya. Sehingga masuk wilayah administratif pemkot dan bantuan bisa masuk secara penuh,” harapnya.

Ketua LPMK Panggung Lor, FX Djoko Purwanto, juga mengimbau agar pengelolaan perumahan dialihkan ke pemkot. Sehingga nantinya warga Kelurahan Panggung Lor bisa menerima perlakuan yang sama seperti kelurahan lain. Sebelumnya, pihak warga juga sudah mengadukan kepada pemkot sejak 10 Desember 2014.

”Pemkot menjanjikan akan memproses secepatnya dan berjanji akan terealisasi sebelum Lebaran atau sebelum 19 Juli ini. Kami khawatir, jika nantinya wali kota saat ini Hendrar Prihadi tidak bisa mempercepat proses pemindahan pengelolaan, nantinya malah mengulangi dari awal lagi,” katanya.

Lurah Panggung Lor, Tris Nunung Iriyanto, mengakui, sebelumnya juga telah mendapat aduan terkait pengambilalihan fasilitas serta sarana dan prasarana kepada pemkot. Bahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan persoalan tersebut kepada mantan Wali Kota Soemarmo HS.

”Pada waktu Pak Marmo ngantor sehari di sini, kami sudah menyampaikan hal itu. Pada saat paguyuban RT/RW, warga juga minta kepada wali kota yang baru, Hendrar Prihadi, supaya Kelurahan Panggung Lor masuk dalam pemkot dan Dinas Tata Kota,” jelasnya.

Pihak pengelola PT Tanah Mas, Henky, mengatakan pada, prinsipnya tidak menolak penyerahan pengelolaan. Menurutnya, saat ini hal tersebut sedang dalam proses dan memerlukan waktu untuk menyelesaikan proses administrasi. Bahkan, penyerahan pengelolaan tidak hanya untuk wilayah Panggung Lor, tapi juga Panggung Kidul dan Kuningan. ”Saya tidak nggondeli kok cuma prosesnya memang belum selesai,” kilahnya.

Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang, Agus Riyanto, mengakui, sudah ditemui tokoh masyarakat dan warga setempat. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan proses pengambilalihan pengelolaan sebelum Lebaran.

”Kami masih merinci data-data yang diperlukan. Urusannya juga menyangkut luasan tanah PT Tanah Mas dan yang mengetahui hal itu hanya BPN. Kami usahakan secepatnya sebelum Lebaran terealisasi,” janjinya. (mha/aro/ce1)