Antisipasi Kejahatan, Patroli dengan Trail

381

KENDAL – Sebanyak 30 personel dari Jajaran Polres Kendal melakukan patroli dengan mengendarai sepeda motor trail. Dipimpin Kapolres Kendal, AKBP Widi Atmoko patroli dimulai dari Kendal menuju Plantungan. Operasi dilakukan sebagai antisipasi kejahatan jalanan dan cek kondisi jalur alternatif.

Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko mengatakan, sudah menjadi tren setiap tahun setiap Ramadhan tindak kejahatan meningkat. Makanya, patroli menjadi salah satu upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Rute yang dilalui, mulai Kendal Kota, Patebon, Cepiring, Gemuh, Kangkung dan Weleri. Kemudian dilanjutkan ke Pageruyung, Sukorejo hingga Plantungan. “Patroli beranting ini adalah sebagai bentuk giat preventif Kepolisian untuk menjaga lingkungan masyarakat. Ini tidak hanya dilakukan polres, tapi semua polsek wajib melaksanakan patroli,” katanya.

Kapolres juga berinisiatif melalui program kumpul bersama masyarakat (Kurma). Yakni setiap titik-titik terpencil pada pemukiman warga, berhentidan menyempatkan berdialog dengan masyarakat sektiar. Terutama di jalur-jalur sepi dan minim lampu penerangan. “Maksud mengumpulkan dan berdialog ini untuk mengumpulkan informasi dari masyarakat guna menciptakan stabilitas kamtibmas. Sehingga jika ada tindak kejahatan, bisa segera kami lakukan antisipasi sedini mungkin,” imbuhnya.

Kapolres memberikan himbauan pentingnya partisipasi dari masyarakat dalam menjaga situasi yang kondusif. Selain itu memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan informasi-informasi yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Ia bertekad, kegiatan patroli ini tidak hanya akan dilakukan selama bulan ramadhan saja, namun akan dilaksanakan secara berkesinambungan. “Sehingga masyarakat merespon positif dengan adanya kegiatan tersebut,” tambahya.

Seorang warga Pageruyung, Muhamad Nur mengaku senang dengan kegiatan patroli motor yang digelar Polres. Ia berharap patroli bisa dirutinkan setiap hari, terutama tengah malam. Yakni untuk menghindari warga dari bahaya begal. “Jalur ini memang relatif sepi dan minim penerangan, jadi memang harus digalakkan patroli,” katanya. (bud/fth)