Keluarga Korban Tuntut Pelaku Dihukum Berat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DATANGI POLRES : Keluarga mendiang Sri Diana Sari mendatangi Polres Pekalongan Kota menuntut hukuman seberat-beratnya terhadap tersangka Rozaki (suami korban), Rabu (1/7) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DATANGI POLRES : Keluarga mendiang Sri Diana Sari mendatangi Polres Pekalongan Kota menuntut hukuman seberat-beratnya terhadap tersangka Rozaki (suami korban), Rabu (1/7) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Belasan keluarga Sri Diana Sari, 28, warga Pisang Sari yang akhirnya meninggal setelah dibakar suaminya, Rozaki, 29, warga RT 1 RW 5 Kelurahan Podosugih, mendatangi Satreskrim Polres Pekalongan Kota, Rabu (1/7) kemarin. Mereka menuntut kepastian hukum.

Diterima di ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan Kota, rombongan ditemui Wakapolres Kompol Mashudi dan Kasatreskrim Kompol Dwi Budiaharto. Diwakili kakak korban, Slamet Hartono dan Tohari, keluarga korban minta pelaku dihukum seberat-beratnya. “Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Dihukum semaksimal mungkin,” tutur Tohari.

Selain itu, keluarga korban juga ingin turut meredam amarah keluarga besar dan tetangga korban, yang sampai saat ini masih emosional. Bahkan beberapa keluarga korban mengeruduk ke rumah tersangka untuk mencari keluarganya dan ingin menuntut balas.

Wakapolres Kompol Mashudi, kembali menegaskan warga harus percaya bahwa polisi bisa mengatasi masalah tersebut. “Kami jelaskan bahwa kasus ini sudah kami tangani dengan baik. Proses hukum juga sudah berjalan. Semua saksi juga sudah mulai dimintai keterangan,” jelas Mashudi.

Selain itu Polisi juga mengingatkan warga jangan melakukan tindakan sendiri, seperti marah atau mengeruduk. Karena hal itu akan menimbulkan masalah baru.

“Adanya kasus ini, jangan sampai antar keluarga bahkan pedukuhan, jadi bermusuhan. Itu tidak benar,” tegasnya.
Untuk itu, polisi juga menyarankan kepada pihak keluarga bersabar. Karena proses penyidikan sudah sesuai dengan ketentuan UU. “Kasus ini akan ditindaklanjuti ke Kejaksaan dan Pengadilan. Jadi nanti keluarga bisa memantaunya saat persidangan berlangsung,” tandasnya.

Sementara itu, Sri Diana Sari yang dibakar suaminya, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kraton pada pukul 00.50 dini hari, Selasa (30/6) kemarin. Jenazah korban langsung dimakamkan sekitar pukul 12,00 siang setelah salat Dzuhur.

Kakak korban, Slamet Hartono, 35, saat ditemui di rumah duka mengungkapkan bahwa korban sempat sadar pada pukul 17.00. “Tapi ngomongnya tidak jelas, sempat mengatakan minta minum. Kemudian saya juga suapi roti sedikit-sedikit,” katanya.

Sedangkan Ketua RT 1 RW 5 Kelurahan Podosugih, Irfandi, 41, mengungkapkan bahwa pelaku Rozaki, 29, pernah bermasalah sebelum menikah dengan mendiang istrinya, Diana. Dikenal temperamental dan pernah melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri.

“Sebelum menikah, dia pernah mau mencoba bunuh diri. Pernah ingin meminum Molto, juga pernah menusuk tubuhnya pakai gunting, tapi dicegah bapaknya,” katanya.

Sementara itu, mengetahui istrinya sudah meninggal, Rozaki, 29, warga RT 1 RW 5 Kelurahan Podosugih, yang notabene suami korban, hanya memasang tampang biasa. Tanpa menunjukkan raut kesedihan, saat ditemui media massa di Tahanan Polres Pekalongan Kota.

Ketika diwawancara, dengan wajah kaku tanpa ekspresi sedih, dia bilang hanya merasa jengkel dengan istrinya. Bahkan saat ditanya apakah terkait masalah ranjang, dijawabnya tidak ada masalah. Walaupun baru 20 hari menikah, sudah 10 kali berhubungan badan.

Rozaki juga mengaku kenal Diana dari temannya, setengah tahun lalu. “Saya dikenalkan teman, di lapangan Mataram,” terangnya. Sedangkan dari pengakuan rekan dan saudaranya, mereka adalah teman satu SMP, kakak dan adik kelas. Terkait toples berisi bensin, menurutnya, adalah bekas ditap dari motornya yang rusak. Selebihnya, kata-kata tidak tahu yang banyak keluar dari mulutnya.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa pelaku akan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara. “Tersangka kini dikenai pasal berbeda, karena korban meninggal dunia,” terangnya. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -