Minta Pemprov Perketat Pengawasan Daging

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Yudhi SancoyoWEB

SEMARANG – Beredarnya daging sapi kedaluwarsa dan gelonggongan di pasaran pada Ramadan ini, membuat kalangan DPRD Jateng prihatin. Karena itu, dewan mendesak Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota lebih memperketat pengawasan, terutama menjelang lebaran.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudi Sancoyo mengatakan bahwa maraknya daging gelonggongan dan kedaluwarsa harus menjadi perhatian khusus. ”Ini penemuan yang ironis, karena hampir tiap tahun menjelang Lebaran kasus serupa selalu muncul. Harus ada pengawasan ketat,” katanya, kemarin.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, pemerintah daerah harusnya memiliki jadwal terstruktur dalam melakukan monitoring di pasar. Setiap waktu, harus dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi peredaran daging gelonggongan atau kedaluwarsa. Selain itu, harus ada sanksi tegas bagi pelaku yang tetap membandel. ”Kalau perlu bawa ke jalur hukum, karena ini sangat berbahaya dan merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menemukan peredaran 242 kg daging dan hati sapi impor kedaluwarsa di beberapa supermarket. Rinciannya di Lotte Mart ditemukan sebanyak 54 kg daging sapi impor dari Australia kedaluwarsa, sedang di Superindo sebanyak 188 kg hati sapi impor dari New Zaeland kedaluwarsa. Selain itu, Pemkot Magelang juga mengamankan 165 kilogram (kg) daging sapi gelonggongan dan 3 kg hati sapi yang mengandung cacing. ”Ironisnya penemuan ini terjadi di pasar tradisional dan pasar modern. Jelas ini sangat memprihatinkan,” tambahnya.

Dewan meminta masyarakat waspada dan berhati-hati ketika membeli daging di pasaran. Harus pandai memilih dan memastikan jika daging yang dibeli benar-benar segar. Sebab, daging sapi kedaluwarsa dan gelonggongon jelas membahayakan kesehatan masyarakat. ”Harus hati-hati dan pastikan daging yang dibeli segar. Ini demi kebaikan dan kesehatan bersama,” tambah anggota Komisi B DPRD Jateng, Sarif Abdillah. (fth/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -