Pengisian ATM Tidak Selalu Diawasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

GERAM: Sidang keterangan 6 saksi atas terdakwa alumni mahasiswa Undip Semarang, Dominico Bagus Aditya W, 25. di Pengadilan Tipikor Semarang. Hakim sempat geram karena peran supervisor tidak selalu mengawasi pengisian ATM. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GERAM: Sidang keterangan 6 saksi atas terdakwa alumni mahasiswa Undip Semarang, Dominico Bagus Aditya W, 25. di Pengadilan Tipikor Semarang. Hakim sempat geram karena peran supervisor tidak selalu mengawasi pengisian ATM. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Sidang alumni mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dominico Bagus Aditya W, 25, kembali digelar dengan agenda keterangan 6 saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/7). Atas kasus dugaan korupsi pembobolan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pandanaran Semarang. Dalam keterangannya, saksi mengakui tidak selalu mengawasi membuat hakim geram.

Saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut di antaranya, Asisten Manajer Operasional (Amo), Teguh Riyanto, Dwi Hapsari, Kepala Cabang BRI Pandanaran, Tutut Sri Suhono, Supervisor (pengawas), bagian Information Technology (IT), Muhammad Luthfi dan Rizal Rahman serta Nency Yuliarti, bagian SDM (sumber daya manusia). Keenam saksi diperiksa dalam 2 berkas terpisah.

Dalam keterangannya, saksi Tutut Sri Suhono mengatakan, kekurangan fisik diketahui pada tanggal stok opname, ia juga megaku tidak selalu mengawasi apa yang dilakukan terdakwa. ”Saya tidak selamanya memperhatikannya yang mulia. Saya bertugas sebagai supervisor pengisian kas berdasarkan SK No 61 yang mulia,” kata saksi di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto SH MHum, dan 2 hakim anggota, Antonius Widijantono SH MH, Robert Pasaribu SH MH.

Atas jawaban tersebut membuat hakim sedikit geram, hakim Dwiarso kemudian mengatakan kepada saksi Tutut, kalau saudara saksi yang bertugas sebagai pengawas, terus mengawasi tidak akan mungkin akan terjadi penyelewengan. ”Tugas saudara seharusnya besar yang mengawasi, ini bagaimana jadinya, tidak ada yang mendampingi, supervisor cadangan juga tidak ada. Atau saudara sengaja tidak mengawasi, jadi rawan penyelewengan. Jangan-jangan saudara ikut kerja sama, ini kan menyangkut kredibilitas bank. Ngisi ATM kan gak lama to. Sistemnya juga sudah benar, tapi pengawasanya,” kata hakim Dwiarso geram pada saksi Tutut.

Saksi Teguh Riyanto dalam kesaksiannya mengatakan, pengisian kaset-kaset ATM dilakukan di BRI, ketika sampai di ATM-nya tinggal fisiknya. Ia juga menyebutkan di zaman dirinya memimpin tidak pernah ada kekurangan. ”Stok opname yang melakukan teller dan supervisor, didampingi petugas jaga. Saya pernah ngecek bener-bener dilakukan stok opname,” katanya.

Adapun pengisian uang dalam ATM, disebutkan Teguh awalnya pengambilan uang dilakukan bersama-sama supervisor baru diserahkan sepenuhnya ke supervisor untuk diisikan ke ATM. ”Kita sama-sama mengambil uang (Amo dan Supervisor) baru diserahkan ke supervisor dan dilakukan pengisian ATM. Sebelum Pak Tutuk juga ada supervisor yang bertugas khusus karena bermasalah jadi harus keluar dan dilaporkan di Kejari Semarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Luthfi dalam kesaksiannya mengaku pernah dititipi uang CDM milik nasabah dari terdakwa (Dominico) sebesar Rp 9.900.000. Ia juga mengaku uangnya ia simpan dan akhirnya ia serahkan ke kantor. ”Saya simpen uangnya selama 2 mingguan. Saya tidak tahu persis penitipan uang itu, kata Dominico kalau ada komplain langsung kasihkan ke nasabah. Penitipan uang ini tidak diketahui pengawas. Kalau penitipan kunci diketahui,” akunya.

Seperti diketahui, atas aksinya sejak Januari 2013, terdakwa Dominico berhasil mengambil Rp 2,1 miliar namun berangsur-angsur telah dikembalikan dengan memasukkan ke kaset ATM dan CDM dan masih tersisa Rp 1.397.300.000 yang tidak dikembalikan ke kaset sebagai kerugian BRI atau negara. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -