Puluhan Makanan Kedaluwarsa Disita

426

PEKALONGAN-Puluhan makanan dan minuman kedaluwarsa disita dari sejumlah pedagang tradisional di Pasar Banyurip dalam operasi keamanan pangan menjelang Lebaran di sejumlah pasar tradisional, Rabu (1/7) kemarin.

Makanan dan minuman kedaluwarsa yang disita berupa minuman instan merek Jussie Tea sebanyak 23 buah, minuman sachet Pop Drink sebanyak sepuluh sachet, minuman Husna. Kemudian ada tujuh bungkus mi merek ayam 2 telur, pop mie dan mi ayam jago yang juga kedaluwarsa.

“Makanan dan minuman ini sudah kedaluwarsa, namun masih tetap dijual oleh pedagang. Terpaksa kami sita. Jika tetap dijual, bisa membahayakan kesehatan konsumen yang membelinya,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pekalongan, Sri Mulyani.

Tidak hanya meneliti makanan dan minuman kedaluwarsa, dalam operasi tersebut juga dilakukan pembinaan terhadap pedagang. Di salah satu toko, pedagang masih menata cairan untuk mengepel dalam satu tempat dengan makanan yaitu kecap dan sirup. Sehingga Tim meminta kepada pedagang untuk memisahkannya.

Sebelumnya, tim dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan juga mengetes sejumlah makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Di antaranya mi basah. Namun setelah dicek, mi basah yang dijual Jamilah negatif. “Jika mengandung formalin, setelah dicek, cairan akan berubah warna menjadi ungu. Namun setelah ditambah cairan, mi basah tersebut tidak berubah warna. Artinya, mi nya negatif, tidak mengandung formalin,” jelas petugas dari Dinas Kesehatan, Andri Wibowo.

Jamilah yang mendengar hasil tes tersebut menyambutnya dengan gembira. “Dikasih stiker. Pak kalau mi basah yang saya jual aman,” ucapnya kepada petugas dari Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan. (han/ida)