Safari Ramadan Sido Muncul Santuni 5.000 Anak

427
BERKAH ANAK YATIM: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERKAH ANAK YATIM: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Ramadan tahun ini PT Sido Muncul kembali menggelar safari. Dalam Safari Ramadan kali ini, produsen jamu terbesar di Indonesia ini memberikan santunan kepada 5.000 anak panti asuhan di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Berbeda dengan tahun lalu santunan diberikan di wilayah Temanggung, Purwokerto, dan Purworejo.

Agenda tahunan tersebut dibuka oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan ditandai pemukulan beduk. Acara yang dihadiri oleh 2.000 anak Panti Asuhan, Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat dan Komisaris PT Sido Muncul Tbk, Sigit Hartoyo ini memberikan santunan senilai Rp 250 juta.

”Safari Ramadan ke-7, akan dilakukan di Kota Semarang dan Jogjakarta. Santunan diberikan kepada 3.500 anak panti asuhan di Semarang dan sekitarnya. Di Jogjakarta, santunan diberikan kepada 1.750 anak,” ungkap Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Irwan menambahkan, pada Ramadan kali ini, santunan juga diberikan kepada 1.000 kaum duafa di Kabupaten Semarang, dengan memberikan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, biskuit dan produk-produk Sido Muncul dengan total nilai Rp 200 juta. ”Selain Jateng dan Jogjakarta, kami juga memberikan santunan sebesar Rp 150 juta kepada anak yatim piatu di Jakarta bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Pribumi (HIPPI). Kami berharap santunan kepada anak-anak yatim ini bisa bermanfaat dan bisa membantu sebagian kecil kebutuhan anak-anak tersebut,” jelas Irwan.

Santunan kepada anak yatim dan kaum duafa, telah rutin dilakukan oleh Sido Muncul setiap kali bulan Ramadan. Kota-kota yang telah diberikan santunan di antaranya Bogor, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Medan, dan Surabaya. (dit/zal/ce1)