Tiga Korban Hercules Dimakamkan Malam Hari

480
BERDUKA: Empat jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan saat tiba di Lanumad Ahmad Yani, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Empat jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan saat tiba di Lanumad Ahmad Yani, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak empat jenazah korban kecelakan pesawat Hercules C-130 yang jatuh di kawasan Djamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, tiba di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Rabu (1/7) tadi malam sekitar pukul 20.30. Mereka adalah Serka Luthfi, 42; Serda Novik Setio Budi, 25; Serda Sri Febri Ramadhanu, 26, dan Serda Joko Purwanto, 24. Keempatnya dibawa oleh pesawat Hercules.

Tiga di antaranya langsung dibawa ke rumah duka, yakni Serka Luthfi dibawa ke kediamannya Perumahan Beringin Lestari Blok A No 108 Ngaliyan; Serda Novik Setio Budi dibawa ke rumahnya di Kampung Jatibarang RT 1 RW 1, Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen, dan Serda Joko Purwanto dibawa ke Dukuh Maron, Bandung, Ngrampal, Sragen. Tadi malam, ketiganya langsung dimakamkan. Sementara Serda Sri Febri Ramadhanu masih disemayamkan di Lanumad Ahmad Yani Semarang.

”Empat jenazah telah kami terima malam ini (tadi malam) dengan upacara militer. Dua jenazah langsung dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di Semarang. Satu jenazah dimakamkan di Sragen,” kata Danpusdik Penerbad, Brigjen Benny S, di Lanumad Ahmad Yani Semarang tadi malam.

Dikatakan, pihaknya pada Kamis (2/7) pagi ini akan menerbangkan jenazah Serda Sri Febri Ramadhanu ke Banjar Baru, Kalimantan Selatan. ”Untuk satu jenazah lain disemayamkan dulu di sini, dan besok pagi (hari ini) baru diterbangkan ke Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara jenazah pilot Hercules nahas, Kapten Penerbang Sandy Permana, lebih dahulu akan dibawa ke Malang, Jawa Timur, dan kemudian akan diterbangkan ke Semarang. Rencananya, Kapten Sandy akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang. ”Untuk Kapten Sandy dibawa dulu ke Malang dan baru tiba besok (hari ini, Red),” katanya.

Kedatangan keempat jenazah tersebut tadi malam disambut suasana duka di markas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) Semarang. Begitu pesawat yang mengangkutnya tiba di Lanumad Ahmad Yani, disambut dengan prosesi penyambutan secara militer.

Sementara itu, di kediaman rumah duka Serka Luthfi, 42, di Perumahan Beringin Lestari Blok A No 108 Ngaliyan juga terlihat diselimuti duka cita. Tampak sejumlah karangan bunga berjajar di depan rumah. Selain itu, para kerabat, tetangga dan anggota kesatuan dari Penerbad hadir untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban. Serka Lutfi meninggalkan seorang istri, Tri Ningsih Rahayu, dan empat orang anak, yakni Evi Fatmala, Nisa Fadila, Muhammad Farhan dan Faimah Hamar.

Putri sulung korban, Evi Fatmala, mengaku mengetahui ayahnya menjadi korban kecelakaan pesawat Hercules sepulang kerja. ”Saya pulang kerja tidak tahu apa-apa. Tapi di rumah sudah ramai dan mendapat kabar kalau bapak meninggal. Saya sendiri tidak ada firasat apa-apa, seperti biasa. Hari Senin lalu bapak berangkat, biasanya pulang Kamis, ya seminggu lalu. Rencananya bapak juga akan kembali bertugas di Semarang, tapi Tuhan malah berkehendak lain,” ujar Evi yang tampak lebih tegar ketimbang tiga adik dan ibunya.

Anak kedua korban, Nisa Fadila, mengaku, sehari sebelum kejadian jatuhnya pesawat Hercules, ia tiba-tiba merasa rindu dengan ayahnya saat menunaikan salat Tarawih berjamaah di masjid kampungnya. Tidak biasanya siswi SMK Texmaco ini ingin bertemu sang ayah.

Nisa juga mengaku sempat pernah bercerita bila lulus sekolah ingin menjadi anggota TNI seperti ayahnya. Saat itu, sang ayah berkata jika ingin jadi anggota TNI, maka harus siap potong rambut pendek.
”Saya sebenarnya sudah siap kalau mau potong rambut pendek. Tapi, kesiapan itu belum saya sampaikan ke ayah. Beliau sudah keburu dipanggil Tuhan. Sekarang saya memang pakai jilbab,” cetusnya.

Istri arlmahum, Tri Ningsih Rahayu, hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi karena masih shock di dalam rumah. Tampak sejumlah tetangga korban terus mendampinginya sembari memberikan semangat kalau kejadian tersebut sudah menjadi takdir Tuhan.

Serda Zaenal Arifin, anggota Penerbad mengakui, Serka Lutfi adalah sosok yang memiliki dedikasi yang baik. Serka Lutfi, kata dia, dipindah tugas di kesatuan Squadron sejak 2015 awal. Korban mendapat penugasan di Kalimantan dalam Patroli Perbatasan (Pamtas)

”Serka Lutfi memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi. Karirnya bagus dari prajurit tamtama hingga bintara sampai sekarang sersan kepala. Kedekatan beliau sama anggota sangat baik. Agamanya juga baik. Memang beliau akan kembali tugas di Semarang dan sedang dalam proses,” katanya.

Terpisah, awan duka juga menyelimuti kediaman keluarga Sandy Permana, pilot pesawat Hercules, di Perumahan Tulus Harapan Blok B.13, Sendangmulyo, Tembalang. Rumah tersebut ditinggali Triyatmo, ayah mertua Sandy, dan Reni Nur Indah, adik iparnya.

Menurut kerabat dekat korban, Thomas, jenazah Sandy akan dimakamkan di TMP Giri Tunggal secara langsung setibanya dari Malang. ”Perjalanan dari Malang ke Bandara Ahmad Yani, lalu singgah dulu di rumah. Setelah itu langsung dimakamkan ke TMP Giri Tunggal,” kata Thomas. (mha/aro/ce1)