Tuntut Perbaikan Talud Sungai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KENDAL – Sejumlah warga Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan was-was terhadap kodisi sungai Kali Waridin. Sebab, talud di sungai banyak yang sudah jebol dan belum juga diperbaiki. Warga khawatir jika sewaktu-waktu debit air naik, maka air akan meluap dan membanjiri pemukiman warga yang ada di Dukuh Jayengan, RT 1, RW 5, Desa Plantaran karena talud Sungai jebol. Warga khawatir, jika tidak segera diperbaiki tahun ini, maka penghujan nanti dipastikan jebolnya talud akan bertambah besar. “Rumah warga terancam akan diterjang banjir bandang, seperti banjir pada awal musim penghujan tahun ini,” kata warga Masaidun, 29.

Ia menambahkan, jika pada awal musim penghujan lalu banyak rumah warga di Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan yang diterjang banjir. Bahkan belasan rumah warga dan fasilitas umum rusak dan roboh akibat diterjang banjir. “Jika tidak diperbaiki, maka saat debit air naik, rumah warga bisa diterjang banjir lagi,” imbuhnya.

Talud yang jebol talud ada sepanjang 10 meter dan ketinggian sekitar empat meter sudah terjadi pada pertengahan 2014 silam. Warga mengaku sudah berkali-kali mengusulkan kepada kepala desa dan kecamatan. Tapi hingga kini belum ada perbaikan. “Katanya tahun ini akan ada perbaikan, tapi nyatanya sama sekali sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” tambahnya.

Warga sebenarnya sudah mengajukan proposal perbaikan talut ke dinas terkait melalui pihak desa. Informasi dari desa menyatakan proposal sudah diajukan dan sudah diterima dan siap dilakukan perbaikan. Upaya warga agar longsor tidak meleber, sementara menanam pohon bambu sebagai antisipasi. Tapi upaya tersebut tidak akan bertahan lama, lantaran talud semakin banyak yang terkikis aliran sungai. “Warga was-was dan khawatir jika tidak segera diperbaiki, pada musih hujan mendatang, banjir siap mengancam. Tahun lalu luapan air dari Kali Waridin sudah hampir melimpas ke jalan,”tambahnya.

Kabid Pengairan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Energi dan Sumber Daya Mineral, Suhada jika pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi. Yakni untuk mengetahui secara persis longsornya talut tersebut. “Kami dalam waktu dekat akan meninjau ke lokasi untuk melihat kondisinya,” katanya.(bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -