Basyir Izinkan Mudik Pakai Mobdin

432
MUDAHKAN PEGAWAI : Mobil dinas Pemkot Pekalongan boleh digunakan untuk mudik asal mengajukan surat izin dan menanggung biaya operasional sendiri. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MUDAHKAN PEGAWAI : Mobil dinas Pemkot Pekalongan boleh digunakan untuk mudik asal mengajukan surat izin dan menanggung biaya operasional sendiri. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad membuat kebijakan yang melawan arus. Yakni, tidak melarang pejabat di lingkungannya mengunakan mobil dinas (mobdin) untuk mudik Lebaran. Baik mobil dinas yang melekat pada jabatan maupun mobil operasional, diperbolehkan untuk mudik.

“Saya memang bebas memiliki kebijakan sendiri. Salah satunya mengizinkan penggunaan mobil dinas untuk mudik. Itu bukan kebijakan Sekda, tapi dari saya,” kata Wali Kota basyir Ahmad yang sebentar lagi turun jabatan ini, Kamis (2/7) kemarin.

Basyir berdalih, memperbolehkan mobdin dibuat mudik dengan tujuan untuk meringankan pegawainya. Walaupun sedikit melanggar, namun dia akan bertanggung jawab sepenuhnya. Karena pegawai juga harus menanggung semua biaya operasional sendiri, tidak boleh diklaimkan.

“Nantinya semua biaya operasional ditanggung sendiri. Termasuk BBM, servis dan sejenisnya. Selain itu, dilarang menggunakan sopir dinas. Harus sopir sewa sendiri,” ucapnya.

Selain itu, imbuhnya, pegawai yang akan menggunakan mobil dinas diwajibkan membuat izin tertulis dan ada surat permohonan resmi ke sekda dan wali kota, sehingga mudah dipantau.

Ditegaskan lagi, kebijakan tersebut mempertimbangkan karena saat ini kendaraan umum juga sulit diakses. Dari tiket kereta juga sulit didapat, serta bus dan lainnya tinggi ongkosnya. “Kalau memudahkan, kenapa tidak saya lakukan? Ini kebijakan saya, tolong dihormati,” tandasnya. (han/ida)