Hotel Wajib Kantongi Sertifikasi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SERTIFIKASI: Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdianah Safitri memberikan sertifikat bintang 4 kepada General Manager Aston Hotel & Convention Centre Semarang Oji Fahrurrazi, kemarin. (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERTIFIKASI: Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdianah Safitri memberikan sertifikat bintang 4 kepada General Manager Aston Hotel & Convention Centre Semarang Oji Fahrurrazi, kemarin. (FOTO: AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjamurnya perhotelan di Kota Semarang kerap dituding sebagai trigger terjadinya perang harga. Padahal, pesatnya industri hotel ini memang di-support Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang karena sudah mengantongi banyak agenda untuk memancing wisatawan baik lokal maupun macanegara untuk datang ke Kota Lunpia.

”Tumbuhnya hotel ini bukan berarti memperketat saingan, kami justru berharap bisa saling bahu-membahu untuk memajukan sektor pariwisata di Semarang. Kami juga merancang berbagai kegiatan untuk membawa tamu-tamu ke sini,” ungkap Kepala Disbudpar Kota Semarang Masdianah Safitri setelah memberikan sertifikat bintang 4 kepada Hotel Aston Semarang, kemarin.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberi bocoran jika sebentar lagi akan keluar regulasi mengenai kewajiban hotel mengantongi sertifikasi. Dengan begitu, persaingan perhotelan diharapkan akan lebih sehat dan mampu bisa menjamin fasilitas dan pelayanan yang memenuhi standar.

Sementara itu, General Manager Aston Hotel & Convention Centre Oji Farurrazi mengaku makin mantap melangkah setelah mengantongi sertifikasi dari Badan Sertifikasi Serfitatama. Dengan adanya sertifikat tersebut, dia berhasil membuktikan bahwa Aston bukan hotel ’nomor dua’ di Semarang.

Selama ini, memang banyak yang memandang sebelah mata. Entah gara-gara tempatnya yang kurang strategis, langganan banjir, dan aneka pandangan negatif lain. ”Tapi setelah lulus sertifikasi ini, membuktikan bahwa hotel kami telah memenuhi standar,” tegas Oji. (amh/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -