Makin Bertakwa, Makin Tidak Korupsi

612
BERI SANTUNAN: Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar dan istri didampingi Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, SR Slamet Wibowo memberikan santunan kepada Panti Asuhan Rimba Bakti Semarang. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI SANTUNAN: Dirut Perum Perhutani, Mustoha Iskandar dan istri didampingi Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, SR Slamet Wibowo memberikan santunan kepada Panti Asuhan Rimba Bakti Semarang. (IDA NL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tidak mudah memproses orang beriman menjadi orang yang bertaqwa. Karena itulah, ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan pada setiap tahunnya, hanya diciptakan untuk orang-orang yang beriman agar bermetamorfosis menjadi orang yang bertakwa. Dan orang yang bertakwa, tak akan melakukan korupsi di dalam perusahaannya.

”Harusnya orang-orang Islam, semuanya bertakwa dan tidak melakukan korupsi. Tapi korupsi terjadi di mana-mana, berarti puasa Ramadan kita gagal. Karena tak mampu mengubah perilaku kita,” kata Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, Mustoha Iskandar di dalam acara Pembinaan Karyawan/Karyawati dan Tarawih Keliling Bersama Direksi Lingkup Perum Perhutani Wilayah Jawa Tengah, di gedung Rimba Graha Semarang, Kamis (2/7) kemarin.

Karena itulah, orang nomor satu di Perum Perhutani yang sangat religius ini mengajak seluruh karyawan Perum Perhutani, mempertahankan kebiasaan baik di bulan Ramadan kali ini, untuk 11 bulan mendatang. Bahkan Mustoha, mengingatkan ada tiga doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Yakni, doanya orang yang benar-benar berpuasa, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang teraniaya.

”Dalam kondisi ekonomi dunia yang menurun, maka ribuan karyawan Perum Perhutani yang sedang berpuasa semua, akan dikabulkan oleh Allah SWT,” imbuh Mustoha yang kini rajin mengisi Kultwit di Metro TV ini.

Tapi, kata Mustoha, berpuasa itu ada tingkatannya. Ada yang berpuasa pada umumnya, hanya bisa menahan diri dari makan minum dan berhubungan badan saat siang hari. Tapi ada puasa yang khusus, yakni orang yang mampu menahan dirinya dari perbuatan tercela.
Karena itulah, Mustoha mendorong karyawannya untuk benar-benar berpuasa yang bisa menahan diri dari perbuatan tercela, ngutil, atau korupsi. ”Setelah Ramadan, kita harus merawat diri dengan melakukan puasa Syawal 6 hari berturut-turut. Puasa Syawal, pahalanya sama dengan puasa setahun. Tapi kalau 6 hari tak diambil, ya pahalanya hanya satu bulan Ramadan saja,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mustoha mengaku bahwa pihaknya sengaja menjadi pengisi Kultwit Bersama Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar di Metro TV selama bulan Ramadan. Hal ini dilakukan untuk membangun kesan positif perusahaan. Apalagi tema terakhir ini Hindari Korupsi dan Suap-Menyuap. Pihaknya berharap minimal ada 7 respons dari Kultwit tersebut. ”Maraknya korupsi kolusi nepotisme, menyebabkan maraknya distribusi kemiskinan. Karena itu, mari membangun dan mengelola hutan dengan baik, agar terdistribusi kemakmuran,” tandasnya.

Sementara itu, penceramah yang dihadirkan adalah Ustad Usep Badruzzaman. Dalam kesempatan tersebut diingatkan bahwa kehidupan dan kematian sangat dekat. ”Banyak orang yang umurnya pendek dan tidak sakit meninggal dunia. Karena itu, harus memperbanyak amal,” tuturnya. (ida/zal/ce1)