Patok Hilang, PPK Ukur Ulang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PATOK TANAH : Warga Desa Lebo, Gringsing, Kabupaten Batang, menunjukkan patok yang dipasang ulang di lahan yang terkena jalur tol Semarang-Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PATOK TANAH : Warga Desa Lebo, Gringsing, Kabupaten Batang, menunjukkan patok yang dipasang ulang di lahan yang terkena jalur tol Semarang-Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang yang mewakili pemerintah, sepekan terakhir sudah melakukan pengukuran ulang batas margin tol. Pengukuran kali ini dilakukan pada tanah warga di tujuh desa di Kecamatan Gringsing yang terkena proyek jalan tol.

Sebetulnya, pihak Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kabupaten Batang sudah melakukan pengukuran dan pemasangan patok pada tanah warga yang akan terkena proyek tol beberapa tahun lalu. Namun banyak yang dicabut dan hilang.

Sunarto, 57, warga Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, salah satu pemilik lahan yang terkena proyek tol mengungkapkan bahwa banyaknya patok tanah yang hilang, karena tidak ada kepastian pembayaran tanah yang sudah dipatok tersebut. Sudah delapan tahun pemilik lahan yang tanahnya dipatok oleh pemerintah, tidak juga ada kepastian kapan dibayar.

“Kalau sekarang tanah harus dipatok lagi, harus dipastikan kapan tanah yang sudah dipatok akan dibayar. Jangan hanya mengukur dan mematok tanah, tanpa ada kepastian,” keluh Sunarto.

Camat Gringsing, Rusmanto, menyatakan setelah pihaknya memberikan penjelasan terhadap warga pemilik lahan, maka patok-patok tersebut akhirnya dipasang lagi dan pengukuran batas margin juga diulang bersama dengan pengukuran tanah oleh Kantor Pertanahan. Setelah pengukuran selesai dan ada kepastian bidang tanah milik warga yang terkena tol, akan ditindaklanjuti dengan keluarnya peta bidang.
”Untuk hasil peta bidang sekarang ini belum keluar. Jika peta bidang sudah keluar, tim appraisal akan turun. Setelah itu, baru dilakukan pembayaran,” kata Rusmanto, Kamis (2/7) kemarin.

Sementara itu, Sekda Pemkab Batang, Nasikhin menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan proses pembebasan lahan seluas 95 hektare milik PTPN IX. Hal itu dilakukan terlebih dahulu guna mendukung percepatan pembangunan jalan tol ruas Batang-Semarang.

Menurutnya, pembebasan lahan milik PTPN IX menjadi prioritas, karena tempatnya luas dan tidak bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga prosesnya bisa lebih cepat jika dibandingkan milik warga. “Sekarang sedang dilakukan pengecekan ulang peta bidang tanah serta penghitungan tanaman. Jika semua tahapan sudah selesai, maka proses pembayaran akan langsung dilakukan,” jelas Nasikhin.

Ditambahkan Nasikhin, setelah tanah PTPN IX dibebaskan, pemerintah akan berkonsentrasi membebaskan tanah milik masyarakat. Terutama yang sudah memiliki peta bidang. Sedangkan untuk penilaian harga ganti untung tanah, akan ada tim penaksir harga independen atau appraisal yang melakukan penghitungan.

“Jika tanah sudah dibebaskan, pemerintah akan langsung melakukan groundbreaking atau pemancangan tiang bangunan, untuk konstruksi fisik di tempat tersebut. Namun prioritas saat ini pada lahan milik PTPN IX dulu yang akan dibebaskan. Dalam bulan Juli ini, sudah bisa dilakukan pembayaran,” tegas Nasikhin. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -