Target PAD BBNKB Sulit Tercapai

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diperkirakan akan sulit tercapai. Hal ini disebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di bawah 6 persen. Padahal, tahun ini Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng ditarget mendapat pemasukan Rp 4,7 triliun.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jawa Tengah Hendri Santosa mengatakan, hasil kajian dari Universitas Diponegoro Semarang yang menyatakan pendapatan BBNKB tahun ini maksimal Rp 3,9 triliun itu asumsinya tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. ”Sayangnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini belum mencapai angka tersebut,” terangnya.

Ditambahkan Hendri, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diketahui juga merevisi target penjualannya. Yakni diturunkan menjadi 16 persen. Menurutnya, revisi tersebut telah diputuskan melalui perhitungan yang matang.

”Keadaan semacam itu tidak hanya terjadi di Jateng. Di Jatim (Jawa Timur) angka penjualan kendaraan bermotor tahun ini diperkirakan sama dengan tahun 2012. Penurunannya cukup tajam jika dibanding tahun sebelumnya,” beber mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jateng itu.

Kendati demikian, Hendri mengaku optimistis target pendapatan dari pajak dan piutang pajak kendaraan bermotor akan tercapai. Sebab, hingga Juni atau semester pertama 2015, pemasukan yang dihasilkan telah mencapai 51 persen. Artinya, pemasukan lebih dari setengah dari target yang ditetapkan.

Menurut Hendri, BBNKB dan pajak kendaraan bermotor itu berbeda. BBNKB berhubungan dengan pembelian kendaraan bermotor. Sementara pajak kendaraan bermotor bersangkutan telah membeli kendaraan. ”Kami juga telah menagihnya dengan program door to door,” tandasnya. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -