Tarif Angkutan Diperkirakan Naik 20 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNGARAN-Tarif angkutan umum di Kabupaten Semarang mulai naik H-7 hingga H+7 Lebaran. Kenaikan tarif bervariasi, namun perkiraannya antara 15-20 persen dari tarif sebelumnya.

Besaran kenaikan tarif tersebut belum final, karena masih harus dibahas kembali dengan pengusaha dan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, saat ini tarif angkutan belum ada kenaikan. Kenaikan tarif akan diberlakukan untuk AKAP dan AKDP mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Sedangkan untuk angkutan pedesaan dan angkutan perkotaan mulai naik H-3 hingga H+7 Lebaran.

“Kenaikan tarif untuk AKAP dan AKDP tentu menyesuaikan tarif atas dan bawah sebesar Rp 149 dan 152 per kilometer. Untuk angkudes dan angkot kenaikan tarif menyesuaikan, namun batasannya antara 15-20 persen dari tarif sebelumnya,” tutur Hadi Mustofa, Kamis (2/7) kemarin.

Hadi menambahkan, batasan kenaikan tarif tersebut masih akan dikoordinasikan lagi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh pengusaha dan awak angkutan. Sedangkan untuk jumlah angkutan dipastikan cukup untuk melayani masyarakat yang membutuhkan saat arus mudik Lebaran nanti.

“Kalau angkutan Lebaran sudah siap ada sekitar 1000 armada. Kami rasa sudah cukup dan siap melayani masyarakat saat arus mudik Lebaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Dishubkominfo Kabupaten Semarang akan memantau tarif angkutan umum di Kabupaten Semarang terutama angkutan kelas ekonomi.‬ Sebab sesuai peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 31 Tahun 2015, untuk kelas ekonomi tarif batas atas Rp 168 per penumpang per kilometer. Sedangkan, tarif batas bawah Rp 103 per penumpang per kilometer. Sedangkan angkutan kelas eksekutif, tarif diatur sesuai mekanisme pasar.‬

‪”Tim Perhubungan Dishubkominfo, LP2K atau YLKI akan melakukan pengawasan mulai di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto.‬

‪Prayitno menambahkan, menjelang mudik Lebaran, pihaknya akan membuat surat edaran kepada seluruh pengusaha ataupun sopir angkutan di Kabupaten Semarang, agar tarif dicetak pada karcis atau tiket. Selain itu memasang pengumuman tarif yang berlaku. (tyo/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -