Sekolah Patok Kain Seragam Rp 1,2 Juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sejumlah orang tua siswa di Kendal mengeluhkan mahalnya penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sebab, banyak sekolah yang mewajibkan pembelian seragam sekolah dengan harga tinggi. Besarnya harga kain seragam sekolah berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1,2 juta. Dengan membayar uang tersebut, siswa mendapatkan empat kain seragam. Yakni dua seragam osis, satu seragam pramuka, dan satu seragam ciri khas sekolah berikut atributnya.

Sejumlah orangtua siswa mengaku sangat keberatan. Karena dengan uang sebanyak itu, para orang tua masih harus membayar biaya ongkos jahit seragam, yang lebih kurang besarannya sama dengan harga kain perpotongnya. “Seragam diwajibkan beli dari koperasi sekolah. Alasannya kalau dibebaskan beli seragam dari diluar sekolah akan berbeda-beda dengan ketentuan seragam yang sudah ditetapkan sekolah,” kata salah orang tua siswa Rukamto, 36, warga Kaliwungu, Jumat (3/7).

Rukamto mengaku mendaftarkan anaknya ke salah satu SMP favorit negeri di Kendal. Ia mengaku untuk empat jenis seragam sekolah, ia harus membayar sebesar Rp 890 ribu. “Ya memang sangat mahal, tapi mau gimana lagi sudah seperti itu ketentuan sekolahnya,” keluhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Muryono melarang seluruh sekolah untuk mewajibkan kepada orang tua siswa untuk membeli seragam baru. Sebab menurutnya, seragam baru bukan kewajiban orang tua untuk membelinya dari koperasi sekolah setempat.

Muryono mengatakan, orang tua diberikan kebebasan untuk membeli seragam sekolah anaknya dari manapun. “Dalam hal ini tidak harus dari sekolah, karena seragam Osis dan Pramuka itu seluruh Indonesia sama, tidak ada yang berbeda, karena itu sudah standar nasional,” katanya.
Jika ada baju bekas milik kakak kelasnya hal itu lebih baik. Sehingga jangan sampai menimbulkan kesan sekolah wajib itu mahal kepada orang tua siswa. “Jadi jika ada sekolah yang mewajibkan seragam sekolah kepada siswanya, segera laporkan kepada kami dan segera akan kami beri peringatan,” tambahnya.

Perihal seragam yang disediakan pihak koperasi sekolah tidak harus diambil dan siswa baru bisa menggunakan seragam lama atau seragam milik kakaknya. Dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan surat edaran kepada sekolah-sekolah perihal larangan kewajiban membeli seragam sekoah. “Kasian orang yang tidak mampu jika harus dibebankan biaya seragam yang terlalu mahal,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -