Hendi Serap Ide dari Komunitas

380
SERAP ASPIRASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan sejumlah komunitas di Kota Semarang, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAP ASPIRASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berdialog dengan sejumlah komunitas di Kota Semarang, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapat masukan ide dan gagasan dari warganya yang tergabung dalam berbagai komunitas saat acara buka puasa bersama di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Rorojonggrang, Manyaran, Minggu (5/7). Ratusan warga Kota Semarang yang tergabung dari berbagai komunitas memadati hall rumah dinas.

Dalam dialog interaktif bersama calon wali kota petahana dari PDIP itu, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mendapat banyak masukan untuk membangun Kota Semarang menjadi lebih baik lagi. Mulai dari masalah pariwisata hingga infrastruktur. ”Pak lampu taman di Kota Semarang perlu diperbanyak, kalau bisa dibuat dalam bentuk yang unik, seperti hewan atau tokoh pewayangan. Selain itu perlu menambah ruang terbuka hijau,” terang salah seorang warga.

Dialog tersebut tidak disia-siakan sejumlah komunitas. Seperti salah seorang warga yang berharap adanya pembangunan venue untuk menuangkan kreativitas seni dan budaya. Wisata pantai. Kemudian ada juga yang berharap ada taman safari seperti di Bogor dan Malang. ”Kalau bisa ada kebun binatang yang kalau orang berkunjung itu tidak sekadar melihat hewan dalam kandang, mungkin bisa dibuat seperti taman safari,” tandas warga lain.

Menanggapi hal tersebut, wali kota mengapresiasi ide gagasan yang dicurahkan rekan-rekan komunitas untuk Semarang lebih maju. ”Hari ini kita bisa bersama-sama dengan kawan-kawan komunitas, baik komunitas anak-anak muda maupun yang sudah dewasa, bahkan tadi ada komunitas pengajian Dadapsari Semarang Utara. Bulan Ramadan ini kita tetap silaturahmi, tapi kemasannya kita ubah, dengan berbuka bersama,” ujar wali kota.

Menurut Hendi, ada beberapa agenda yang paling penting adalah bagaimana tali silaturahmi ini terjaga dengan baik. Kedua dirinya perlu masukan dari warga, terutama rekan-rekan komunitas. ”Dan tadi ada beberapa masukan, salah satunya minta disiapkan venue agar bisa menampilkan sebuah atraksi atau ide gagasan mereka dalam berseni dan budaya. Insya Allah akhir tahun ini akan selesai, tahun ini akan ada rehab untuk Taman Menteri Supeno,” katanya.

”Ada usulan juga lampu-lampu taman dan pembuatan taman diperbanyak. Termasuk kemungkinan komunitas mendapatkan bantuan APBD. Itu saya rasa mungkin, karena tadi saya jelaskan mengenai sistem bantuan,” jelasnya.

Mengenai wisata pantai, wali kota mengakui, Kota Semarang yang geografisnya merupakan daerah pesisir tidak punya wisata pantai yang dikelola sendiri oleh pemerintah. Wisata pantai yang ada justru dikelola oleh swasta. Pihaknya berkeinginan membangun wisata pantai yang dikelola pemerintah. Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan dewan. Dan selama tiga tahun anggaran pemkot telah menganggarkan dana pembebasan lahan pesisir di daerah Mangunharjo. Namun hingga kini belum bisa terealisasi lantaran timpangnya nilai appraisal dengan harga dari pemilik lahan. ”Sudah tiga tahun anggaran pembebasan lahan belum bisa terealisasikan, karena ada perbedaan nilai appraisal yang sangat mencolok antara harga appraisal dengan yang diinginkan pemilik lahan. Ini yang tidak ketemu-ketemu. Kalau jumlahnya sudah sampai 75 persen, sudah dikuasai pemerintah, sisanya bisa lakukan konsinyasi. Tapi kalau dari start-nya harga sudah njomplang jauh, ya saya rasa perlu ada sebuah terobosan lain supaya lahan tersebut bisa dimiliki pemerintah,” terangnya. (zal/aro/ce1)