Polres Amankan 83 Motor Tak Bertuan

333
BODONG : 83 unit sepeda motor yang diduga barang hasil tindak kejahatan disita oleh Satreskrim Polres Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BODONG : 83 unit sepeda motor yang diduga barang hasil tindak kejahatan disita oleh Satreskrim Polres Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sebanyak 83 unit sepeda motor kendaraan roda dua tak bertuan diamankan petugas Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kendal. Puluhan motor berbagai merek ini diduga merupakan barang tadahan hasil tindak pidana kejahatan curanmor.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan, puluhan motor dengan berbagai jenis dan merek itu disita dari sebuah rumah di Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri. Tepatnya rumah kosong milik Sarpin. Oleh petugas, puluhan motor disita lantaran sang pemilik rumah tidak mampu menunjukkan surat tanda bukti kepemilikan motor yang sah. Seperti STNK ataupun BPKB. “Dari puluhan motor, baru kami ketahui satu yang kami curigai hasil dari hasil barang curian di Brebes,” katanya, Minggu (5/7).

Fiernando menambahkan, lantaran tak mampu menunjukkan surat kepemilikan, 83 motor disita untuk sementara waktu, sampai sang pemilik mampu menunjukkan BPKP dan STNK kepada petugas Polres Kendal. Saat ini puluhan motor berada di halaman Mapolres Kendal. “Jika pemilik bisa menunjukkan beberapa BPKP dan STNK, tapi setelah dicocokkan antara plat nomor dengan nomor rangka dan nomor mesin, terdapat ketidakcocokan,” imbuhnya.

Polres Kendal masih mencari seluruh laporan pencurian atau kehilangan motor yang masuk ke Polres Kendal maupun polsek di wilayah hukum Polres Kendal. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa pernah kehilangan motor agar segera datang polres. Yakni untuk membawa surat kepemilikan motor. “Jika data motor cocok, maka akan kami berikan motornya,” tambahnya.

Dari pengakuan Sarpin, puluhan motor itu bukan miliknya pribadi. Melainkan barang-barang gadaian dari warga yang kemudian di tampung sampai pemiliknya bisa menebusnya. “Itu baru sebatas pengakuan, tapi kami tetap akan memeriksanya satu persatu,” tambahnya.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Arianto Salkery mengatakan, sebanyak 83 sepeda motor berbagai jenis type ini disimpan dirumah kosong milik Sarpin. Pihak kepolisian mendapatkan laporan warga yang curiga dengan adanya aktivitas keluar masuk kendaraan di rumah warga tersebut.
Sebab warga curiga karena rumah itu bukanlah merupakan tempat usaha untuk melakukan transaksi jual beli kendaraan bekas. “Dengan adalanya laporan itu. Lalu dilakukan penyelidikan kemudian dilanjut dengan pengerebegan dan memeriksa sepeda motor berbagai jenis type varian tersebut,” katanya. (bud/fth)