Harga Daging Sapi Mulai Naik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEPI PEMBELI : Pedagang daging sapi di Pasar Batang mengeluhkan terjadinya kenaikan harga daging, namun sepi pembeli. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI PEMBELI : Pedagang daging sapi di Pasar Batang mengeluhkan terjadinya kenaikan harga daging, namun sepi pembeli. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri, harga daging sapi mulai merangkak naik. Yang semula harganya Rp 92 ribu per kilogram, Senin (7/7) kemarin sudah naik menjadi Rp 110 ribu per kilogramnya. Alasannya, karena ada kenaikan biaya transportasi.

Selain itu, kondisi tersebut diperparah dengan jalur yang dilalui oleh truk pembawa ternak, sering terlambat lantaran adanya perbaikan jalan di berbagai ruas jalan. Sehingga ongkos pembelian bahan bakar ikut naik dan dibebankan kepada pedagang daging.

Meski harga daging di pasar tradisional seperti Pasar Batang, Bawang, Limpung dan Bandar mulai naik hingga Rp 110 ribu per kilogram, namun permintaan daging sapi tersebut belum ada kenaikan. Sehingga banyak pedagang yang rugi, karena rendahnya pembeli.

Nurhayati, 47, pedagang daging Pasar Batang, Senin (7/7) kemarin, mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging tersebut terjadi sejak dua hari lalu. “Sampai hari ini, belum ada peningkatan permintaan akan daging sapi, bisa dikatakan menurun. Naiknya harga lebih disebabkan biaya transportasi yang mulai mahal,” ungkap Hayati.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Batang, Sulaiman, mengatakan bahwa pembelian daging sapi belum menunjukkan adanya peningkatan permintaan. Hal itu ditunjukkan belum adanya kenaikan jumlah hewan potong setiap harinya. Bahkan, hingga Lebaran kurang dua minggu, jumlah hewan sapi yang dipotong tidak lebih dari 10 ekor setiap harinya.

“Untuk tahun lalu, dua minggu menjelang Lebaran, sudah 20 ekor yang dipotong setiap harinya. Namun sekarang hanya 5 sampai 8 ekor saja sapi yang dipotong per harinya,” kata Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagang Koperasi dan UMKM, Jamal Naser, menjelaskan bahwa kenaikan akan permintaan daging sapi baru akan terasa pada H-3 menjelang Lebaran. “Pada umumnya harga daging sapi akan naik lagi pada H-3 menjelang Lebaran. Seiring dengan naiknya permintaan,” jelas Naser. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -