Hasanudin Divonis 2 Tahun 3 Bulan Penjara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DINYATAKAN BERSALAH: Hasanudin, anggota DPRD Banjarnegara usai jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DINYATAKAN BERSALAH: Hasanudin, anggota DPRD Banjarnegara usai jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Hasanudin, anggota DPRD Banjarnegara divonis majelis hakim selama 2 tahun 3 bulan (27 bulan) penjara atas kasus dugaan korupsi distribusi bantuan dan penyuluhan pengelolaan bibit sapi tahun 2012 di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7).

Dalam sidang putusan tersebut, majelis hakim yang dipimpin Antonius Widijantono menyatakan Hasanudin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tidak pidana korupsi secara bersama-sama dan menghukumnya selama 2 tahun 3 bulan penjara. ”Serta menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara,” kata hakim, Antonius Widijantono dalam amar putusannya.

Majelis hakim menganggap, Hasanudin terbukti menyalahgunakan wewenangnya melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. ”Terdakwa tidak kita kenai pengembalian kerugian negara karena sudah melakukan pengembalian. Sehingga tidak ada kerugian yang timbul atas perbuatannya,” kata hakim Antonius dalam pertimbangannya.

Atas putusan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa Hasanudin, langsung menyatakan pikir-pikir atas vonis yang diberikan majelis hakim. ”Saya pikir-pikir dulu yang mulia,” kata Hasanudin.

Seperti diketahui, Hasanudin yang sebelumnya menjadi buron penyidik Kejari Banjarnegara dalam kasus dugaan korupsi distribusi dan penyuluhan bibit ternak sapi 2012, tiba-tiba menyerahkan diri di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dia menyerahkan diri pada Senin, 23 Februari 2015 lalu dan langsung ditahan. Sebelum ditahan rupanya dia menyempatkan membuat surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD Banjarnegara. Proses PAW Hasanudin yang merupakan anggota Fraksi PPP, merupakan proses PAW anggota DPRD kedua yang dilakukan setelah beberapa bulan sebelumnya diusulkan PAW untuk Heri Adi Sunarno. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -