Jelang Lebaran, 1.187 Pekerja Kena PHK

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

”Untuk PHK mudah-mudahan tidak masalah. Karena hak-hak mereka akan diberikan. Dan kami masih mencarikan solusinya.”
Wika Bintang, Kepala Disnakertransduk Jateng

SEMARANG – Menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 2015, sejumlah pekerja di Jawa Tengah diketahui menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 1.187 yang berasal dari perusahan besar, menengah hingga perusahaan kecil.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Tengah Wika Bintang menjelaskan, maraknya PHK oleh sejumlah perusahaan yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota dikarenakan imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga bahan baku impor. Sehingga terpaksa perusahaan tersebut melepaskan sejumlah pekerjanya.

”Dari jumlah tersebut, yang menerima PHK penuh 660 orang, putus kontrak 151 orang, dirumahkan 46 orang dan ada yang masih proses PHK sebanyak 234 orang. Maraknya PHK ini tidak hanya terjadi di Jateng tetapi juga di beberapa provinsi lainnya,” bebernya di sela rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) di Gubernuran, Senin (6/7).

Wika menambahkan, beberapa kabupaten/kota yang melakukan PHK jelang Lebaran ini di antaranya: Kota Pekalongan (111 orang), Kabupaten Pekalongan (46) Kabupaten Batang (127), Kota Semarang (390), Kota Solo (11), Kabupaten Sragen (151), Kabupaten Sukoharjo (9), Kabupaten Magelang (232) dan Kabupaten Wonosobo (12). ”Untuk PHK mudah-mudahan tidak masalah. Karena hak-hak mereka akan diberikan. Dan kami masih mencarikan solusinya,” imbuhnya.

Di antara solusi yang akan ditempuh, lanjut Wika, adalah dengan mengalihkan sejumlah pekerja yang terimbas PHK itu ke salah satu perusahaan garmen di kabupaten Boyolali. Sebab, perusahaan itu diketahui membutuhkan tenaga kerja besar yakni sekitar 20 ribu pekerja dan baru terealisasi 10 ribu. ”Yang jadi kendala, mereka yang di-PHK di kabupaten lain dan mau dipindah itu agak sulit. Maka alternatif lain adalah alih profesi untuk bisa mandiri,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan ribuan pekerja di wilayahnya yang terkena PHK oleh perusahaan akan mendapatkan pesangon tunjangan hari raya (THR). ”Kita sudah sampaikan, perusahaan sudah membayar semua pesangon kepada pekerjanya,” tegasnya.

Ganjar menambahkan, pihaknya juga akan segera membuka posko pengaduan PHK jika masih ada pekerja yang terkena imbas PHK namun belum mendapatkan haknya. Posko tersebut dikelola langsung oleh Disnakertransduk Jawa Tengah. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -