MTsN Mranggen Lestarikan Tradisi Baca Kitab Kuning

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RAMADAN: Wakahumas MTsN Mranggen, Moh Bardi dan guru PAI, H Kasmiran memandu pembacaan kitab Wasiyatul Mustofa dalam mengisi pesantren Ramadan di masjid lembaga pendidikan tersebut, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos rada semarang)
RAMADAN: Wakahumas MTsN Mranggen, Moh Bardi dan guru PAI, H Kasmiran memandu pembacaan kitab Wasiyatul Mustofa dalam mengisi pesantren Ramadan di masjid lembaga pendidikan tersebut, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos rada semarang)

DEMAK – Ada tradisi menarik yang terus dipegang teguh MTsN Mranggen selama bulan suci Ramadan. Diantaranya adalah tradisi membaca kitab kuning yang terus dilakukan di sekolah yang terletak di Desa Candisari, Kecamatan Mranggen. Pembacaan kitab Wasiyatul Mustofa karangan Imam Ali tersebut akan berlangsung hingga 11 Juli mendatang.

Wakahumas MTsN Mranggen, Moh Bardi, SPdI MPdI mengatakan, siswa sangat antusias mengikuti pengajian kitab salaf tersebut. Satu persatu mereka membawa dan membuka kitab miliknya untuk disimak termasuk dimaknai dengan dipandu guru pendidikan agama Islam (PAI). Tercatat ada 600 siswa siswi kelas 8 dan 9 yang turut mengaji.

Dengan mengaji kitab itu, maka siswa dapat mengetahui lebih detail bagaimana soal rukun Islam yang dijabarkan dalam kitab tersebut. “Kitab ini kan berisi wasiat Nabi Muhammad SAW kepada menantunya, yaitu Sayyidina Ali. Bagaimana salat, puasa, zakat, haji dan sebagainya,” kata Moh Bardi yang menjadi salah satu guru ngaji tersebut.

Selain yang bersangkutan, guru ngaji lainnya adalah H Kasmiran, Sugiarto dan M Gozali. Moh Bardi mengatakan, mengaji kitab kuning seperti ini akan terus dilestarikan disekolah. Ini supaya para siswa mengetahui pentingnya kitab sebagai sumber referensi dalam menjalani kehidupan. “Dalam Ramadan ini, siswa juga kita berikan buku panduan yang berisi kegiatan-kegiatan sehari-hari, utamanya mengenai salat fardlu, puasa, tadarus, dan silaturahmi kepada guru. Agar siswa bisa memaknai silaturahmi, maka minimal mereka mengunjungi 10 guru terdekat,” imbuhnya.

MTsN Mranggen sebelumnya juga ikut mengirim 8 siswa ke Ponpes Nida’ul Quran Temanggung selama 12 hari. Mereka belajar Bahasa Arab, khususnya menggunakan metode Tamzis. Metode tamzis ini cukup menarik bagi siswa karena dilakukan dengan pendekatan lagu dan musik. Dengan metode itu, siswa mudah mengingat.

Kepala MTsN Mranggen, H Nur Kamsan SAg MPd mengatakan, pesantren Ramadan yang dihelat MTsN Mranggen telah sesuai dengan jadwal dari Kementerian Agama (Kemenag). Yaitu, mulai 6 sampai 11 Juli. Sedangkan, materi yang dikaji diserahkan kepada pihak sekolah. “Karena itu, para siswa kita ajak mengaji bersama kitab Wasiyatul Mustofa. Ini penting untuk bekal mereka,” katanya.

Dia menambahkan, untuk mengaji kitab kuning dijadwalkan berlangsung dua sesi yakni sebelum salat Dhuha dan setelah salat sunat. Pada awalnya tetap diawali dengan tadarus Alquran lebih dulu. “Pukul 07.00 tadarus dulu kemudian dilanjutkan mengaji kitab hingga pukul 09.00,”katanya. Menurutnya, untuk menyelesaikan mengaji kitab 32 halaman itu, dibutuhkan waktu 6 hari. Para guru yang mengampu pengajian tetap memperhatikan qowaid maupun ilmu nahwu sharaf dari bahasa Arab yang tertera dalam kitab tersebut. (hib/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -