Musikalisasi Puisi Neno Warisman Getarkan Jamaah Santrendelik

814
SEMANGAT: Neno Warisman saat memberikan inspirasi di Kampung Tobat Santrendelik, Minggu (5//7) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEMANGAT: Neno Warisman saat memberikan inspirasi di Kampung Tobat Santrendelik, Minggu (5//7) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lama tidak menelurkan buku kumpulan puisi, keromantisan sajak Neno Warisman tetap tidak menumpul. Buktinya, meski spontanitas, dia menciptakan selarik puisi cantik yang dibacanya di Kampung Tobat Santrendelik, Minggu (5/7) selepas salat Tarawih, kemarin.

’Jalan Tobat Itu’ yang ditulis sesaat setelah buka bersama itu terbilang tajam. Puisi yang dibawakan dengan iringan musik itu membuat ratusan Tobaters (sebutan jamaah Santrendelik) tercengang. Kata demi kata yang bisa ditafsirkan mengenai perjuangan seseorang dalam mencari jalan Tuhan itu dilempar begitu syahdu. Sontak, setelah Neno menyelesaikan kalimatnya, langsung disambut tepuk tangan yang begitu meriah.

”Memang sudah 11 tahun saya tidak menerbitkan buku kumpulan puisi. Tapi bukan berarti berhenti berkarya. Setiap ada inspirasi, saya tetap menuliskan puisi di buku catatan yang selalu saya bawa,” ungkap Neno.

Wanita berhijab itu mengaku lebih suka membawakan karya-karyanya dengan kemasan musikalisasi puisi. Baginya, itu merupakan salah satu cara bermesraan dengan Tuhan. Meski sajak-sajak yang digarap tergolong multitafsir -bisa diartikan untuk Tuhan atau orang lain- dia berusaha membangun semangat pembaca.

”Puisi memang seperti musik. Tidak melulu beraroma sendu, ada yang mengentak hingga mengobarkan semangat untuk terus bangkit. Dulu, sebelum perang, Rasul Allah juga membacakan puisi kepada pasukannya untuk membangkitkan motivasi,” jelasnya.

Malam itu, Neno tampil berkolaborasi dengan Band Biasa Saja dari Ikatan Pemuda Masjid Baiturrahman (Ikamaba) dalam membawa karya-karanya. Improvisasi yang dilakukan karena memang tanpa latihan, dikemas begitu dahsyat. Bisa dibilang mempermudah Tobaters dalam menangkap maksud yang ingin disampaikan Neno.

Di sesi lain, pihaknya berpesan kepada Tobaters untuk lebih mengenal kebiasaan Nabi Muhammad. Dia mengimbau agar menyempatkan diri menceritakan kisah-kisah hebat Rasul Allah dan para sahabatnya kepada anak-anak sebelum tidur. Dengan begitu, generasi muda akan punya mimpi besar. Paling tidak bisa meniru kebiasaan-kebiasaan nabi.

”Untuk apa mencekoki kisah-kisah sukses milik Steve Jobs, atau orang yang dianggap hebat lain. Padahal mereka itu berusaha meniru karakteristik Nabi Muhammad. Seperti orang Yahudi pernah bilang, ’saya lebih mengenal Muhammad daripada anak-anak saya’. Jadi kenapa tidak memberi contoh langsung Nabi Muhammad saja,” pungkasnya. (amh/zal/ce1)