Rektor Undip Jamin Tak Ada Mahasiswa Titipan

536
Yos Johan Utama. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
Yos Johan Utama. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

TEMBALANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyediakan kuota mahasiswa baru sebanyak 20 persen dari total daya tampung melalui Ujian Mandiri (UM) yang merupakan jalur mandiri. Hal tersebut diungkapkan Rektor Undip, Yos Johan Utama.

”Ada tiga jalur masuk, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), dan UM. Dari jalur SNMPTN, disediakan kuota sebesar 50 persen dari total daya tampung, dan dari SBMPTN disediakan kuota sebesar 30 persen, sementara sisanya, 20 persen dari UM Undip,” beber Yos.

Selain itu, Yos juga mengatakan pada UM Undip, memastikan tidak akan ada mahasiswa titipan. Pada tahun ajaran ini, Undip akan menerima sebanyak 7.160 mahasiswa untuk program sarjana dari berbagai fakultas dan program studi yang dimiliki.

Ia menjelaskan, pelaksanaan UM sepenuhnya berada di bawah kewenangan perguruan tinggi masing-masing, seperti UM Undip yang sepenuhnya dikelola Undip karena merupakan jalur penerimaan mandiri.

Namun Yos memastikan Undip tetap akan mengelola UM secara akuntabel dan transparan sesuai dengan ketentuan, meski pengelolaan sepenuhnya merupakan kewenangan masing-masing perguruan tinggi.

”Titipan sangat sulit, karena kita prosesnya sangat ketat. Untuk pelaksanaan tes UM Undip juga akan digelar serentak di 19 kota. Jadi, peserta yang tinggal di luar kota atau luar pulau tidak perlu jauh-jauh datang ke Undip untuk mengikuti tes,” katanya.

Sebanyak 19 kota yang dimaksud, yakni Semarang, Jakarta, Surabaya, Bandar Lampung, Medan, Pekanbaru, Balikpapan, Bandung, Denpasar, Mataram, Batam, Makassar, Bekasi, Bontang, dan Kupang.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undip, Muhammad Zaenuri, mengatakan, calon mahasiswa yang mengikuti tes UM Undip di berbagai kota itu memiliki kesempatan dan peluang yang sama dengan peserta yang mengikuti tes di kampus Undip, sehingga tidak perlu khawatir.

”Kami memang menggelar tes UM Undip secara serentak di berbagai kota untuk memudahkan layanan. Jadi, pendaftar yang tinggalnya jauh, cukup datang ke lokasi atau kota yang terdekat,” ujarnya.

Pelaksanaan tes UM Undip, kata dia, direncanakan pada Juli ini, sementara perkuliahan mahasiswa baru akan dimulai awal September mendatang sehingga para pendaftar harus mempersiapkan diri.

Antisipasi Internet Ngadat
Sementara itu, pendaftaran online untuk Seleksi Mandiri Universitas Negeri Semarang (SM-Unnes) 2015 jalur prestasi tanpa tes tertulis yang telah dibuka sejak 15 Juni ditutup pada Selasa (7/7) hari ini. Meski tanpa tes tertulis, calon mahasiswa baru nantinya tetap akan melakukan tes wawancara.

Rektor Unnes Fathur Rokhman menjelaskan, pada jalur penerimaan mahasiswa baru ini, wawancara akan dilaksanakan di Auditorium Unnes, Kamis (9/7) mulai pukul 08.00. Fathur juga memastikan pada seleksi mahasiswa baru ini, tidak ada unsur titipan.

”Penerimaan mahasiswa melalui prestasi ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi luar biasa atau juara dalam bidang olahraga, seni, olimpiade bidang studi, lomba bidang keagamaan, dan prestasi ekstrakurikuler yang lainnya,” kata Fathur, Senin (6/7).

Seleksi penerimaan mahasiswa baru jenjang S1 dan D3 tersebut diselenggarakan secara mandiri oleh Unnes. Fathur juga mengatakan, pendaftaran jalur prestasi mencapai puncaknya beberapa hari sebelum penutupan. ”Masa pendaftaran jalur prestasi ini akan ditutup pada 7 Juli 2015 pukul 22.00 WIB, 23.00 WITA, dan 24.00 WIT,” tuturnya.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Unnes mempersiapkan sistem IT yang dimaksudkan agar tidak terjadi permasalahan saat proses pendaftaran melalui via internet tersebut. ”Tahun lalu memang tidak ada kendala dalam akses internet. Meskipun begitu, kita tetap mengantisipasi pendaftar membeludak,” kata Kepala Humas Unnes, Bambang Priyono. (ewb/aro/ce1)