Tekankan 5 Sila agar Diterapkan dalam Kehidupan

346
DHARMASANTI WAISAK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama para tokoh Buddha di Jawa Tengah saat perayaan Dhamasanti Waisak Sabtu (4/7), di Vihara Buddhagaya Watugong. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DHARMASANTI WAISAK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama para tokoh Buddha di Jawa Tengah saat perayaan Dhamasanti Waisak Sabtu (4/7), di Vihara Buddhagaya Watugong. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PUDAKPAYUNG — Ribuan umat Buddha mengikuti Dharmasanti Waisak atau perayaan Waisak 2553 BE tahun 2015, kemarin. Kegiatan yang berlangsung di halaman Vihara Buddhagaya Watugong di Jalan Perintis Kemerdekaan Pudak Payung diikuti umat se-Jawa Tengah.

Kegiatan Dharmasanti Waisak merupakan perayaan dari hari Trisuci Waisak, ditandai penyalaan lilin bersama-sama oleh 11 perwakilan majelis Buddha sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan antarsesama umat Buddha khususnya, dan masyarakat berbagai kalangan pada umumnya.

Acara yang digelar oleh Pembimas (Pemina Masyarakat) Buddha Kantor Kementerian Agama Jawa Tengah, dihadiri Gubenur Jateng Ganja Pranowo, Wakil Dirjen Plh Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Kementerian Agama Drs Supriyadi MPd, Ketua Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia) Jateng David Herman Jaya, serta Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi.

Kepala Shangha Theravada Indonesia (STI), Bhante Pannavaro Mahathera dalam Dhammanya menekankan lima sila untuk diterapkan oleh umat Buddha, dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tidak membunuh, tidak mabuk-mabukan, tidak berbuat asusila, tidak menyakiti makhluk lain, dan tidak mencuri. ”Agar umat Buddha bisa menerapkan 5 sila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Bhante Pannavaro, kemarin.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di hadapan para umat Buddha di acara tersebut berpesan agar senantiasa menghayati dan mengaplikasikan ajaran-ajaran Sang Buddha, serta untuk lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama lain. ”’Sang Buddha memberikan pesan untuk tidak melakukan kejahatan, dan perbanyaklah kebajikan, serta menyucikan pikiran atau batin, karena ajaran Buddha masih sangat relevan untuk diterapkan pada kehidupan sekarang,” katanya. (hid/zal/ce1)