Kekeringan, Petani Salat Minta Hujan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DOA MINTA HUJAN : Ratusan petani di Desa Terban, Desa Segiri, Desa Tukang dan Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang menggelar ibadah salat Istisqo’ (meminta hujan) di Lapangan Tukang, Kecamatan Pabelan, Selasa pagi (7/7) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DOA MINTA HUJAN : Ratusan petani di Desa Terban, Desa Segiri, Desa Tukang dan Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang menggelar ibadah salat Istisqo’ (meminta hujan) di Lapangan Tukang, Kecamatan Pabelan, Selasa pagi (7/7) kemarin. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Kekeringan telah menyebabkan para petani di wilayah Pabelan Kabupaten Semarang kekurangan air bersih sejak dua bulan terakhir. Bahkan, ratusan hektare sawah di empat desa terancam gagal panen, karena air yang mengalir melalui irigasi sangat kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan para petani di hilir.

Untuk merngatasi persoalan tersebut, ratusan petani dari Desa Terban, Desa Segiri, Desa Tukang dan Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang menggelar ibadah salat Istisqo’ (meminta hujan) di Lapangan Tukang, Kecamatan Pabelan, Selasa pagi (7/7) kemarin.
Mereka berharap hujan segera turun. Atau setidaknya dalam kurun waktu dua minggu ke depan. Jika tidak kunjung turun hujan, sangat dimungkinkan semua tanaman padi di empat desa tersebut mengering.

Salah satu perangkat di Desa Tukang, Kundori, 60, mengungkapkan bahwa jika tidak turun hujan dalam dua minggu ke depan, diperkirakan seluruh padi yang mulai memasuki masa berbuah (mratak, red) ini, terancam gagal panen. Kini sebagian besar sawah di empat daerah tersebut ditanami padi jenis IR dan Marcella, disesuaikan dengan kondisi tanah di daerahnya masing-masing.

Dia menambahkan, dalam kondisi normal setiap hektare sawah rata-rata mampu menghasilkan padi sebanyak lima hingga enam ton. Namun, masa tanam tahun ini, oleh petani diakuinya agak terlambat, ditambah lagi dengan fenomena salah mongso (salah musim, red). Petani yakin, hal itu akan berdampak fatal pada pertumbuhan padi yang dimulai tanam pada Mei lalu.

“Kami agak terlambat dalam menanam. Biasanya bulan Juni turun hujan, seperti tahun lalu. Tapi nyatanya tahun ini tidak ada hujan. Oleh karena itu, para petani sepakat untuk bersama-sama berdoa dan menjalankan salat minta hujan,” tandas Kundori. (sas/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -