Kenalkan Makanan Khas Semarang sejak Dini

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sebanyak 20 anak panti asuhan Nizam Amanah yang berada di Pamularsih, Semarang, mendapat kesempatan mencicipi makanan khas Kota Semarang, Lunpia. Tidak hanya itu, mereka juga diajak rolling thunder atau keliling Kota Semarang bersama komunitas Ertiga Club Indonesa (ERCI) Kota Semarang, akhir pekan lalu.

Sekitar pukul 15.00 petang, anak-anak tersebut dijemput dari panti asuhan, diajak berkeliling dan mampir ke Lunpia Delight, Semarang dan disambut oleh Cik Meme pemilik usaha tersebut dan diberikan bingkisan takjil berupa lunpia dan es krim. ”Selain diberikan kepada anak-anak yatim, takjil juga diberikan kepada pengguna jalan, yang memberikan anak-anak panti asuhan agar mereka bisa merasakan berbagi bersama saat bulan Ramadan,” kata pemilik Lunpia Delight, Cik Meme.

Menurut Cik Meme, mengenalkan makanan khas asli Semarang harus dilakukan sejak usia dini, tujuannya agar para anak-anak mengerti dan mengenali budaya asli Semarang salah satunya lunpia.

Setelah kunjungan ke Lunpia Delight, rombongan ERCI lantas menuju restoran seafood yang ada di daerah Marina Semarang. Sepanjang perjalanan, komunitas ERCI dibantu para anak yatim ini kembali membagikan takjil di sepanjang jalan yang dilalui. ”Edukasi kepada generasi muda sangatlah penting terhadap budaya bangsa, dalam hal ini makanan khas Semarang yakni lunpia,” tambah Nyoni Laksana, pengurus ERCI Semarang.

Dengan kegiatan sosial yang dilakukan komunitas ERCI, ia berharap pandangan negatif masyarakat tentang klub otomotif yang identik dengan hura-hura, touring ataupun sekadar pamer tunggangan. ”Kegiatan ini juga sebagai ajang untuk menghilangkan citra negatif klub mobil. Saat buka puasa, kita ajak mereka buka bersama dalam satu meja dan menu yang sama, sehingga tidak ada sekat antarumat manusia walaupun mereka tinggal di panti asuhan,” pungkasnya. (den/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -